HomePendidikan

Cerdik Kelola Sampah Plastik,  Cara SDN 16 Kampanyekan Hidup Lebih Baik  Tanpa Sampah

Cerdik Kelola Sampah Plastik,  Cara SDN 16 Kampanyekan Hidup Lebih Baik  Tanpa Sampah

Punya Komitmen Memajukan Pendidikan, Segera Daftar Seleksi Dewan Pendidikan
Kasus Oknum Guru Diduga Cabul, Ini Sikap Dikbud
Libatkan Sekitar 30 Ribu Siswa, Besok Senam Kolosal P3 Sambut HUT Sumbawa Digelar Serempak di 22 Kecamatan

SUMBAWA-  Bahaya sampah plastik  sudah mengkhawatirkan. Ini menjadi PR bersama. Untuk membantu mengurangi dampak sampah plastik, sebagai masyarakat,  perlu kesadaran untuk turut andil dalam mengurangi pencemaran akibat sampah plastik. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pada lingkungan sekolah juga harus dilatih untuk memiliki kesadaran bijak plastik sejak dini.

Upaya inilah yang tengah dilakukan keluarga besar SDN 16 Sumbawa. Anak-anak dilatih untuk memiliki kepedulian dengan sampah plastik dengan memberikan ruang kebebasan lewat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk berkreatifitas mengolah sampah menjadi barang layak pakai.

Upaya tersebut tergambar jelas dalam Kegiatan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang digelar meriah, pada Kamis (1/12/22) di SDN 16 Sumbawa.

Kegiatan yang mengangkat tema “Cerdik Kelola Sampah Plastik, Hidup Lebih Baik” ini menampilkan aneka karya kreatif anak-anak SDN 16 Sumbawa  yang menyulap sampah plastik menjadi beragam bahan bernilai. Seperti, sofa, keranjang bunga dari tutup botol, kotak tisu dan lampion, bunga dan pot, dan tempat pensil.

Pun yang tak kalah menarik, kegiatan tersebut turut dimeriahkan dengan atraksi tari kreasi, puisi, sakeco dan beragam atraksi luar biasa lainnya yang mengundang decak kagum Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa Sumbawa Dr. Muhammad Ikhsan Safitri, M.Si beserta jajaran,  serta para wali murid yang hadir pada kesempatan tersebut.

Kepala SDN 16 Sumbawa Muhammad Maksum dalam sambutannya menyampaikan, P5 ini sebagai rumah khusus dalam implementasi kurikulum merdeka yang dihajatkan untuk membumikan enam dimensi profil pelajar pancasila ke dalam peserta didik. Sekaligus juga dihajatkan untuk memberikan solusi terhadap pemecahan permasalahan yang dihadapi di satuan pendidikan dan di lingkungan masyarakat sekitar.

“Berdasarkan hal itu, maka kami SDN 16 Sumbawa dalam mengidentifikasi permasalahan di lingkungan kami, maka kami tema gaya hidup berkelanjutan dengan fokus bagaimana menangani sampah dan tujuan akhirnya bagaimana membahayakan hidup bersih kepada anak-anak kami,” ujar Maksum dalam laporannya.

Sehingga kata dia, tentu endingnya bukan produk yang  disaksikan, tapi bagaimana pola hidup bersih,bagaimana sikap positif anak-anak terhadap sampah akan menjadi mengakar dalam kehidupan anak. Ini menjadi tujuan akhir dari P5. Apa yang disaksikan hari ini, adalah sisi lain dari P5 yang sedang dilaksanakan.

“Sekalipun ini program untuk kelas 1 dan kelas 4, tetapi kami juga melibatkan semua kelas 3,5,6, untuk melaksanakan program yang sama dengan kelas 1 dan 4. Pada saat gelar karya ini, seluruh kelas yang lain mendampingi kelas 1 dan 4 untuk menampilkan produk-produk mereka berupa aneka kerajinan yang menarik,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan rasa harunya,  karena melalui program P5 ini, seluruh kreatifitas para guru muncul, bagaimana membina, itu muncul dalam proses mendampingi anak.

Mantan Kepala SDN 3 Sumbawa ini, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan program yang menjadi branding SDN 16 Sumbawa yakni SDN 16 Sumbawa Mengaji. Program ini murni dari kerisauan para guru agar begitu tamat, anak- anak bisa dilepas dengan fasih mengaji.

Kepala Dikbud Sumbawa Dr. Muhammad Ikhsan Safitri dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa salut atas digelarnya kegiatan gelar karya P5 yang menampilkan  atraksi dan kreatifitas yang luar biasa di SDN 16 Sumbawa.

Menurutnya, topiknya sangat menarik dan diiraskan oleh semua orang. Topiknya bagaimana semua bisa peduli dengan sampah sehingga lingkungan menjadi bersih.

Melihat lingkungan tanpa sampah tentu bisa menurutnya. Namun,  pendidikan itu butuh proses. Tidak seperti makan cabai yang langsung pedas, tidak seperti membangun infrastruktur jalan, sekarang dibangun, enam bulan ke depan kelihatan hasilnya. Tetapi mendidik dan mencerdaskan anak bangsa butuh proses. Sifatnya banyak kualitatif walaupun ada kuantitatifnya. Tapi yang namanya kualitatif itu butuh proses. Oleh karena melalui proses yang sudah berlangsung,  patut diapresiasi.

Persoalannya kata dia, bukan berorientasi pada hasil semata. Tapi ada proses kreatifitas yang ditunjukkan oleh anak-anak, ada kerjasama tim, ada kemandirian, itu semua merupakan bagian dari potret atau profil dari pelajar pancasila.

Kadis juga mengapresiasi, Perbup 33 baru lahir 2021. Namun SD 16 sudah melaksanakan rangkaian-rangkaian dari pendidikan karakter itu dengan sangat baik. (IM)

 

 

 

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: