Sumbawa Barat (11 Agustus 2026)-Pemerintah Daerah(Pemda) Sumbawa Barat secara berkelanjutan membekali pengetahuan kesehatan bagi masyarakat. Tidak hanya dibekali pola hidup sehat dan bersih serta pencegehan penyakit. Namun pengetahuan dan pemahaman masyarakat semakin diperluas terkait penanganan kondisi kegawatdaruratan. Itu dilakukan melalui pelatihan Basic Life Support (BLS).
Kegiatan pelatihan rangkaian bhakti sosial Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) yang merupakan implementasi aksi perubahan kinerja Siaga Prima KSB dan TRC Ambulans satu komando dibawah kewenangan Dinas Kesehatan (Dikes).
Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di Universitas Cardova Indonesia KSB akhir pekan lalu itu diikuti ratusan peserta dari berbabagai kelangan, akademisi, mahasiswa, LSM dan pengiat kesehatan serta masyarakat umum.
Kepala Dinas Kesehatan KSB dr Carlof mengungkapkan, kegiatan yang melibatkan berbagai pihak ini, merupakan langkah maju meningkatkan kualitas dan pemahaman dan penanganan kesehatan kepada masyarakat umum dalam kondisi kedaruratan. Sebab ancaman kegawatdaruratan tidak bisa diprediksi terjadi. Terjad secara tiba-tiba, kapan saja dan di manapun.
Dalam kondisi tersebut, dimenit-menit awal kejadian perlu tindakan yang tepat guna menentukan keselamatan korban, sebelum mendapat pertolongan lebih lanjut oleh petugas kesehatan maupun tenaga medis.
”Pada kondisi tersebut, masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama yang tepat sambil menunggu tim medis datang,” katanya, seraya menambahkan, semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dan pengetahuan tersebut. Maka semakin besar peluang kita untuk meminimalkan risiko yang membahayakan ditengah masyarakat,” pungkas mantan Direktur RSUD Ass Syifa murah senyum ini.
Pelatihan ini katanya, memiliki kesamaan dan keterkaitan dengan upaya Dikes KSB memperkuat sistim pelayanan kegawatdaruratan program KSB Maju Kesehatan, yaitu layanan TRC Ambulans berbasis Puskesmas yang merupakan upaya Pemda Sumbawa Barat mendekatkan akses layanan kesehatan ditengah masyarakat.
”Melalui pelatihan ini, kita berharap dengan pengetahuan yang dimiliki masyarakat melakukan pertolongan awal, sebelum petugas kesehatan tiba di lokasi,” ujarnya.
Karena pertolongan pertama awal merupakan bagian penting upaya penyelamatan. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memiliki kemampuan dan pengetahuan tersebut. Sehingg jika musibah itu terjadi ditengah masyarakat. Penanganannya, tidak tergantung kepada petugas medis maupun tenaga kesehatan. Tetapi masyarakat sekitar mampu memberikan pertolongan pertama. dengan benar sesuai standar kesehatan.
Pelatihan ini sangat penting. Karena dinilai, pengetahuan pertolongan pertama perlu dimiliki oleh masyarakat. Khususnya peserta pelatihan diharapkan mampu berperan memberikan pertolongan pertama saat terjadi kegawatdaruratan di lingkungan maupun di lokasi tempat yang bersangkutan berada.
Di tempat yang sama perwakilan Unair dr . Bilal Burhanuddin Baihaqi, mengapresiasi atas penerimaan Pemda Sumbawa Barat terhadap pelaksanaan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Dia menilai kegiatan ini tidak hanya sebagai wadah peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta pelatihan. Namun sebagai awal membangun sinergi yang kuat dengan berbagai institusi lainnya yang ada di KSB. Seperti bidang pendidikan, pengabdian masyarakat maupun sinergi dalam mewujudkan pelayanan kepada masyarakat.
Selanjutnya peserta dibekali pelatihan dan praktek BLS. Sesi ini dipandu oleh dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif, dr. Bagas Dyakso Darmojo, Sp.An-TI, FIP, bersama tim Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan dokter spesialis RSUD Asy-Syifa. Materi pelatihan pembekalan prinsip dasar penanganan kegawatdaruratan, pengenalan kondisi yang membutuhkan pertolongan segera, serta keterampilan melakukan tindakan bantuan hidup dasar. Pelatihan juga dilengkapi dengan praktik langsung menggunakan manekin sehingga peserta dapat memahami sekaligus mempraktikkan prosedur pertolongan secara tepat.
Melalui kegiatan ini diharapkan peserta pelatihan yang telah mendapat pembekalan keterampilan dasar menangani kegawatdaruratan.
Karena tujuan penguatan kapasitas peserta pelatihan sebagai upaya membangun sistem kegawatdaruratan yang lebih responsif, terintegrasi, dan berbasis kolaborasi antara masyarakat dan tenaga kesehatan. Sekaligus memperkuat semangat KSB Maju Kesehatan dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat dengan masyaraka siaga, tenaga kesehatan yang responsif, serta dukungan sistem TRC Satu Komando. Sehingga ke depan setiap kondisi kegawatdaruratan dapat memperoleh respons awal yang cepat dan tepat. (IM/*)


COMMENTS