HomePemerintahan

Pariwisata Kerakyatan Upaya Ciptakan Klaster Ekonomi Baru di KSB

Pariwisata Kerakyatan Upaya Ciptakan Klaster Ekonomi Baru di KSB

Sekda Sumbawa Ungkap Strategi Hadapi Evaluasi Fiskal Daerah oleh Pemerintah Pusat
Optimalkan Pelayanan, Kelurahan Lempeh Luncurkan Ruang Pelayanan GERA dan OK
Respon Cepat Pemda Dirikan Dapur Umum dan Tenda Pengungsian bagi Korban Banjir

Sumbawa Barat (9 Agustus 2026)  – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dibawah  pemerintahan Bupati SumbawaBarat H.Amar Nurmansyah dan Wakil Bupati Hj.Hanipah menggulirkan sejumlah kebijakan  yang bertujuan  mengeliatkan ekonomi  dengan menciptakan klaster ekonomi baru ditengah masyarakat.
Melalui program unggulan daerah  Kartu Sumbawa Barat  (KSB) Maju Luar Biasa yang mencakup sejumlah sektor yang dituangkan dalam kebijakan strategis daerah  lima tahun ke depan.
Salah satunya sektor pariwisata. Sektor unggulan ini mencakup dua  kegiatan, usaha pariwisata investasi dan usaha pariwisata kerakyatan.
Saat ini Pemda Sumbawa Barat  tengah  melaksanakan pembangunan pariwisata kerakyatan  di Kecamatan Brang Ene. Obyek Pariwisata baru ditengah  persawahan yang  melintasi perkampungan warga sepanjang sekitar 5 Kilometer (KM)  ini dilengkapi sejumlah fasilitas  dan destinasi pariwisata pendukung  yang akan menjadi daya tarik  kunjungan wisatawan yang akan berkunjung.
Bupati Sumbawa Barat H.Amar Nurmansyah saat menghadiri kegiatan  Champing jelajah rute pariwisata kerakyatan Brang Ene  oleh Wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)  KSB yang  diisii Sharing Seasions pengelolaan pariwisata  Kerakyatan di Bendungan Itu Suntuk akhir pekan lalu.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh pelaku pariwisata, komunitas pariwasata,, kalangan pemuda, Pemda Sumbawa Barat dan Mahasiswa H.Amar menjelaskan,  diobyrk pariwisata kerakyatan Brang Ene  dirancang bebas kendaraan.  Hanya dibangun sejumlah fasilitas  yang akan dinikmati  oleh setiap wisatawan. Sarana jalur joging trek sepanjang 5 KM dan disediakan jalur  sepeda.  Selain berwisata di obyek wisata kerakyatan, wisatawan  dapat berolahraga dan menikmati kulinerr. Karena di beberapa titik  akan ditempatkan  lapak, Galeri UMKM dan pangung  hiburan budaya. Dimana pelaku usaha pariwisata  yang terlibat adalah warga sekitar. Pun demikian dengan pemilik lahan sekitar  lokasi joging trek pariwisata kerakyatan, akan  terlibat menjadi pelaku usaha pariwisata. Lahan yang selama ini hanya dimanfaatkan  menanam padi setiap musim tanam sepanjang tahun, seiring perkembangan wisatawan, diperkirakan  sebagian lahan difungsikan untuk mendukung pariwisata kerakyatan,  menciptakan destinasi pariwisata baru, seperti  untuk  foto, swa foto. Selain itu juga lahan dimanfaatkan untuk tanaman lain, selain padi. Seperti jenis tanaman hortikultura.  Selain itu juga, lahan sekitar dapat dijadikan untuk kegiatan edukasi bagi peserta didik di KSB,  bercocok tanam dsn aktifitas pertanian lainnya. ” Kami sudah merancang  kegiatan  dan  program memperkuat  pariwisata kerakyatan tetap hidup dan  ramai pengunjung,” kata bupati optimis.
Tujuan Kebijakan  ini digulirkan,  agar ditengah masyarakat setiap wilayah dan desa, Pemerintah ingin menciptakan klaster ekonomi baru.  Dimana masyarakat sekitar terlibat dan hasilnya dinikmati langsung oleh masyarakat.  Selanjutnya tercipta pelaku usaha baru ditengah masyarakat. Tidak hanya pelaku usaha pariwisata. Melainkan pelaku usaha sektor lain yang mampu  menggerakkan ekonomi masyarakat setempat. Karena usaha pariwisata  memiliki dampak multy player effect  yang akan mendukung penambahan  pendapatan ekonomi keluarga warga sekitar
”Kami berharap  warga sekitar. Utamanya  pemilik lahan yang dilalui jalur  joging trek pariwisata kerakyatan mendukung upaya pemerintah menciptkan klaster ekonomi baru dengan  bersedia membebaskan lahannya,” pintanya.
Dikatakan Bupati, karena  rute joging trek pariwisata kerakyatan cukup panjang. Bagi wisatawan yang tidak mampu menempuh perjalanan, di lokasi disediakan sarana angkutan melakukan penjemputan di tempat . Selanjutnya dibawa ke titik star depan Kantor Camat Kecamatan Brang Ene di Desa Menemeng. Sedangkan untuk kepulangan wisatawan dijemput mengunakan armada angkutan yang disediakan pengelola obyek pariwisata  melibatkan BUMdes se-Kecamatsn Brang Ene.
Bupati menambahkan, sesuai  tujuan pembangunan yang direncanakan pemerintahan saat ini,   kegiatan investasi pariwisata terus digeliatkan.  Kegiatan investasi pariwisata oleh investor  dan pariwisata kerakyatan yang terus didorong oleh pemerintah. Kenapa pariwisata kerakyatan. Sebab selama ini, dampak kegiatan usaha investasi pariwisata  minim dirasakan oleh masyarakat KSB.  
”Kita menyadari dengan adanya kegiatan investasi pariwisata, mampu membuka kesempatan kerja bagi pencari kerja. Namun kontribusi mendukung ekonomi masyarakat masih minim. Yang menikmati adalah Pemiliki modal.  
”Ke depan pemerintah membuka peluang bagi masyarakat mampu menciptakan peluang usaha pariwisata secara mandiri,” harap bupati
Bahkan untuk mendukung pariwisata kerakyatan ke depan, pelaku investasi usaha pariwisata atau pemilik hotel maupun penginapan yang ada di KSB,  diwajibkan membuka paket perjalanan pariwisata  ke obyek pariwisata maupun destinasi wisata yang  ada di KSB salah satunya obyek pariwisata Wisata kerakyatan. Sebab kata bupati ke depan, obyek pariwisata kerakyatan. Tidak hanya  di Kecamatan Brang Ene. Melainkan dikembangkan di  lokasi atau desa- desa lain wilayah administratif KSB. Hanya saja  pembangunannya diawali di Kecamatan Brang Ene yang mencakup semua desa di Kecamatan tersebut.
”Banyak potensi pengembangan pariwisata Kerakyatan di KSB.Kita akan terus kembangkan. Harapannya  melalui kegiatan pariwisata  tercipta klaster ekonomi baru di seluruh desa yang ada di KSB yang akan menopang ekonomi keluarga guna terpenuhi kesejahteraan masyarakat yang dicita-citakan pemerintahan saat ini lima tahun ke depan,” pungkas H.Amat optimis.(IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: