HomePemerintahan

Pemda Tidak Paham Penganggaran ? Jalan Kabupaten Tanpa Pemeliharaan Rutin

Pemda Tidak Paham Penganggaran ? Jalan Kabupaten Tanpa Pemeliharaan Rutin

Giliran Masyarakat Moyo Utara Dibantu H. Asaat
H. Asaat Kembali Berbagi, Petani Moyo Mekar Dapat Mesin Air
Wujudkan Mimpi Pengurus Masjid Nurul Huda, Haji Asaat  Berikan Mobil Ambulance

SUMBAWA- Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi NTB yang membidangi infrastruktur dan pembangunan, H. Asaat Abdullah menyoroti  kondisi jalan kabupaten di sejumlah titik yang dibiarkan  rusak, karena mengabaikan pemeliharaan rutin.
“Terutama ruas jalan Langam Pungkit  Lantung Ropang. Akibat abaikan pemeliharaan rutin akhirnya rusak. Saya kaget melihat kondisinya,” kata politisi Nasdem ini menyampaikan hasil pengamatannya selama melakukan reses di wilayah Kabupaten Sumbawa dalam sepekan terakhir.
Sebagai wakil rakyat, dia sangat menyayangkan apa  yang dilakukan Pemda  Sumbawa yang seolah-olah tidak paham sistem penganggaran. Padahal,  sesuai aturan, pemerintah berkewajiban menyiapkan anggaran pemeliharaan.  Itu tertuang dalam PP 34 tahun 2006 tentang jalan. Di dalam salah satu pasalnya yang dijelaskan dalam beberapa poin mengamanatkan, pemerintah  berkewajiban  menyediakan  anggaran pemeliharaan. Bahkan pada salah satu point disebutkan, pemeliharaan itu adalah prioritas dari seluruh program yang ada.
“Saya telusuri di APBD Sumbawa 2022 ini, anggaran pemeliharaan rutin jalan dan irigasi justru nol. Hanya ada anggaran pemeliharaan berkala yang nilainya justru setara anggaran peningkatan. Ini adalah kekeliruan,” kata mantan Kepala Dinas PUPR Sumbawa ini kepada wartawan, Rabu (23/2).
Diakui, dari sekitar 900 km total panjang jalan kabupaten, kondisi jalan mantap memang mencapai angka sekitar 90 persen.  Tapi diyakini, apabila jalan mantap tersebut tetap tidak dilakukan pemeliharaan rutin, maka setiap tahun akan ada sekitar 5 persen yang akan mengalami kerusakan.
“Bayangkan saja bila ini berlaku sampai beberapa tahun ke depan. Maka pemerintah perlu anggaran besar nantinya untuk memperbaiki,” tambahnya.
Menurut politisi yang dijuluki ahli infrastruktur ini, musuh utama jalan adalah air. Sehingga jika saluran tidak diperbaiki, maka jalan akan hancur. Bila kondisi ini tetap tidak menjadi perhatian serius pemerintah daerah, maka di tahun-tahun berikutnya biaya pemeliharaan akan sama dengan peningkatan.
“Jalan Ropang misalnya, sudah bagus dibeton kiri kanan. Tapi saya lihat proyek itu mengabaikan konstruksi. Dan saya jamin tahun depan akan rusak karena tahun ini tidak dipelihara,”ujarnya.
Ruas jalan lain yang disorot kondisinya, yakni ruas jalan ke Labu Kuris, kemudian Selang, Perung dan Pungka. Padahal menurutnya itu masuk wilayah sekitar kota. Ia mengingatkan, agar Jangan menunggu ada korban baru dilakukan perbaikan.
Atas kondisi ini, ia  berharap agar PU bagian perencanaan untuk memberikan penjelasan kepada pimpinannya. Jangan berdasarkan program tapi harus berdasarkan realita lapangan.
Karena Nasdem masuk partai koalisi, apakah itu tidak bisa disampaikan langsung di tingkat koalisi ?
“Kami tetap bicarakan. Tapi karena publik selalu bertanya, makanya kami ungkapkan ke publik. Ini sebagai bentuk tanggung jawab sebagai wakil rakyat,” katanya.
 
Apakah di tingkat koalisi sudah mulai ada petak/sekat?  Menurutnya  tidak ada persoalan. Bahkan  belum lama ini diakui partai koalisi Mo Novi juga telah melakukan  rapat koalisi dan tetap komit untuk mengawal pemerintahan ini.
“Tapi harus tetap kritis, dan kalau Mo-Novi baik dianggap oleh masyarakat Sumbawa, mengapa tidak dua periode kami dukung. Atau bisa saja kami nantinya ada kader sendiri jika memang dianggap Mo Novi ini tidak memihak ke persoalan rakyat,” bebernya.
 
Kemudian, dalam rangka menyongsong  MXGP, ia sudah meminta   Balai Jalan untuk segera memperbaiki kondisi jalan Samota. Ada deker antara Limung dan  Prajak yang dalam kondisi rusak. Begitu juga di Ai Bari , juga mulai tergerus.
 
“Kami harap teman teman di komisi 3 DPRD Sumbawa harus respon. Terutama terkait anggaran pemeliharaan rutin yang dinolkan,” pungkas Ketua Nasdem Sumbawa ini.
Bagaimana dengan jalan provinsi di Kabupaten Sumbawa ? katanya, DPRD Provinsi selalu mengutamakan pemeliharaan. Contohnya, untuk  jalan provinsi di Sumbawa, di tahun 2022 ini ada sekitar Rp 20 miliar anggaran yang disiapkan untuk pemeliharaan rutin. Nilai tersebut bisa memelihara jalan sepanjang sekitar 400 km lebih.  (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: