SUMBAWA (16 Mei 2026)– Pemerintah Kabupaten Sumbawa melaksanakan Grand launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Jumat (15/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional pemenuhan gizi masyarakat sekaligus upaya percepatan penanganan stunting.
Peresmian tersebuat juga disaksikan oleh Ketua GOW Kabupaten Sumbawa Dra.Hj. Sudarti Mohamad Ansori, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala DPMPTSP, Camat Labuhan Badas, Forkopimcam, Kepala Desa Karang Dima, para kepala sekolah se-Kecamatan Labuhan Badas, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan tidak dijadikan sebagai ajang mencari keuntungan.
“Jangan mencari keuntungan dari MBG ini. Yang kita inginkan adalah memberikan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya para penerima manfaat dan calon generasi emas 2045,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada mitra dan yayasan yang telah berkontribusi dalam pembangunan SPPG. Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak sekadar menjadi simbol pembangunan.
Selain itu, Wakil Bupati menyoroti pentingnya percepatan pembentukan SPPG di Kabupaten Sumbawa. Dari target 100 unit, saat ini baru sekitar 29 SPPG yang terbentuk, sehingga diperlukan sinergi semua pihak untuk mempercepat realisasi program tersebut.
Sementara itu, Kepala SPPG Karang Dima, Ewi Nurmala, S.Pt, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga menyangkut tumbuh kembang, mental, dan karakter anak, sehingga penanganannya memerlukan upaya berkelanjutan.
SPPG Karang Dima direncanakan melayani sekitar 2.033 penerima manfaat, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA, termasuk para guru. Penyaluran program MBG akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari 1.000 penerima pada minggu pertama, meningkat menjadi 1.500 pada minggu kedua, dan 2.000 pada minggu ketiga.
Perwakilan Yayasan Hidayatul Qur’an Samawa, M. Labib Ikhsan, S.E, menambahkan bahwa pembangunan SPPG dilakukan dengan mengikuti standar dan regulasi yang berlaku guna menjamin kualitas dan keamanan pangan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga mutu bahan pangan agar kejadian yang tidak diinginkan seperti keracunan makanan dapat dihindari.
Dengan hadirnya SPPG Karang Dima, diharapkan layanan pemenuhan gizi masyarakat di Kabupaten Sumbawa dapat berjalan optimal serta berkontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Acara peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan peninjauan langsung fasilitas SPPG oleh Wakil Bupati bersama rombongan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama masyarakat dan peninjauan proses pengolahan makanan. (KS)


COMMENTS