SUMBAWA (1 Maret 2026) – Memasuki satu tahun masa pemerintahan Jarot–Ansori, Pemerintah Kabupaten Sumbawa mempertegas komitmennya dalam penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Melalui program unggulan penciptaan tenaga kerja unggul dan mandiri, Pemkab Sumbawa sukses mencetak 122 tenaga kerja lokal yang memiliki sertifikasi kompetensi sepanjang tahun 2025.
Program yang dipusatkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Sumbawa ini dirancang untuk menjawab tantangan dunia industri. Berdasarkan data dari Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, Sebanyak 122 peserta telah dinyatakan kompeten dalam enam bidang keahlian strategis, yaitu Barista (32 orang), serta masing-masing 16 orang untuk bidang Alat Berat, Tata Boga, Desain Grafis, Las 6G, dan Kelistrikan.
Selain pelatihan teknis, Pemkab Sumbawa juga memperluas serapan tenaga kerja melalui program magang bagi 10 lulusan SMK terpilih untuk mendapatkan pengalaman praktis langsung di dunia kerja.
Langkah nyata ini didukung dengan dukungan anggaran yang signifikan. Pemerintah Daerah mengalokasikan dana sebesar Rp2,08 miliar dari APBD 2025 yang difokuskan pada penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi dan revitalisasi fasilitas BLK Sumbawa.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa Aulia Rahman menyampaikan bahwa revitalisasi ini bertujuan agar standar pelatihan di BLK selaras (link and match) dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
“Kami terus menjalin kerja sama erat dengan pihak industri. Tujuannya jelas, agar lulusan BLK Sumbawa memiliki daya saing tinggi dan langsung siap pakai di dunia usaha atau bahkan mampu membuka lapangan kerja baru secara mandiri,” ujarnya.
Keberhasilan program ini menjadi bukti nyata realisasi janji politik pasangan Jarot-Ansori dalam mendorong transformasi ekonomi daerah melalui peningkatan kualitas tenaga kerja lokal yang kompetitif. (IM)


COMMENTS