HomePemerintahan

Ini Program Jangka Pendek Mo-Novi

Ini Program Jangka Pendek Mo-Novi

Bappeda Gandeng KOMPAK Susun Pedoman Musrenbang
Ini 14 Pejabat yang Dimutasi
Dispussip Butuh Tambahan Armada

SUMBAWA- Beberapa hari setelah dilantik, Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah bersama Wakil Bupati, Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd langsung menggelar rapat koordinasi. Semua Kepala OPD hadit dalam rakor pembahasan program kerja jangka pendek itu. Rakor dilakukan pada Jum’at siang (30/4) di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa ini. Turut hadir Sekretaris Daerah, Asisten Sekretaris Daerah, Kepala OPD, Camat dan Kepala Bagian lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa.
Dalam rapat tersebut, dibahas beberapa program kerja jangka pendek Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa. Yakni memperkuat kembali upaya penanggulangan Covid-19 pada semua level pemerintahan. Memperkuat sinergi untuk membangkitkan kesempatan kerja dan perekonomian rakyat.Seperti petani, nelayan, pedagang kecil, UKM-IKM dan BUMDES. Mempercepat pelayanan publik dan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak bencana. Meningkatkan kebersihan, keindahan taman dan ruang terbuka hijau serta penanganan sampah. Menyelesaikan desain perampingan organisasi birokrasi. Penataan aparatur, perencanaan pembangunam dan pengaturan fiskal daerah sesuai skala prioritas.
Terkait upaya penanggulangan Covid-19, Bupati menegaskan, penanggulangan Covid-19 harus tetap berjalan beriringan dengan upaya pemulihan ekonomi masyarakat. Agar ekonomi masyarakat tidak terpuruk akibat pandemi. Karena itu Bupati menginstruksikan agar pertemuan Satgas Covid-19 di semua level pemerintahan (kabupaten, kecamatan dan desa) terus diaktifkan. Selain itu, Bupati juga berharap kepada Dukcapil dan Dinsos agar terus mengupdate dan menyinkronkan data masyarakat penerima bantuan sehingga bantuan bagi masyarakat terdampak bencana menjadi efektif dan tepat sasaran. “Saya tidak ingin OPD ini bergerak sendiri tanpa koordinasi dengan OPD lain yang terkait”, tegas Bupati.
Kemudian terkait penanggulangan bencana lainnya, Bupati juga menginstruksikan BPBD untuk segera menanggulangi dampak bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Sumbawa.
Sementara itu terkait tata kota, taman dan ruang terbuka hijau serta penanganan sampah, Wabup berharap agar OPD dan Camat khususnya Camat di wilayah kota agar dapat bersinergi untuk menangani masalah persampahan dan juga penataan kota. Wabup menyebutkan bahwa di beberapa perkantoran dan jalan-jalan utama masih tampak gelap dan tidak dilengkapi penerangan jalan di malam hari. Hal ini menurut Wabup dapat mengurangi keindahan kota sebagai etalase Kabupaten Sumbawa, ditambah masalah timbunan sampah yang masih terlihat di beberapa lokasi di wilayah Kota Sumbawa. “Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama, karena jika seperti itu kondisinya seolah-olah kita tidak ada daya dan upaya untuk berbenah”, ujar Wabup. Karenanya Wabup menekankan agar sinergi dan koordinasi antar OPD harus terus dilakukan, “Insya Allah kita bisa menemukan jalan keluar, jika permasalahan ini kita diskusikan bersama”, imbuhnya.
Terkait penerangan jalan, Kepala Dinas PRKP, Drs. Burhanuddin, MT., M.TP menjelaskan bahwa hal ini ada yang ditangani Pemerintah Pusat. Seperti jalan negara, ada juga yang ditangani Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten. Untuk wilayah Kabupaten Sumbawa, terdapat 5.723 titik lampu yang tersebar di wilayah kecamatan dan desa, dan sebanyak 57% dari jumlah tersebut berada di pusat kota. Adapun jumlah anggaran penerangan jalan yang belum terealisasikan untuk tahun 2021 ini, Kadis PRKP menyebutkan terdapat anggaran sebesar 115 juta rupiah, yang akan segera dioptimalkan untuk mendukung program kerja jangka pendek Bupati dan Wakil Bupati. Anggaran tersebut antara lain akan digunakan untuk pengadaan sekitar 30 unit lampu LED dan 200 unit lampu biasa, yang diprioritaskan untuk penerangan jalan arteri primer.
Sementara itu terkait penanganan sampah, Kadis LH, Abdul Haris S.Sos, menjelaskan bahwa salah satu kendala dalam penanganan sampah adalah keterbatasan armada. Dijelaskan bahwa Dinas LH telah berupaya melakukan pelayanan di luar jalur pelayanan dengan membentuk tim siaga yang bertugas menyisir jalur-jalur yang berada di luar jalur pelayanan. Disebutkan bahwa pelayanan persampahan untuk wilayah Kota Sumbawa telah mencapai 80%, seputar Kota Sumbawa 40% dan Kabupaten Sumbawa secara keseluruhan baru 17%. Karena itu Kadis LH berharap dukungan para Kades dan Lurah untuk dapat melakukan pelayanan persampahan secara mandiri dengan membentuk FPPS (Forum Pemuda Peduli Sampah). FPPS ini nantinya akan melakukan pengumpulan sampah sampai ke TPS, sehingga memudahkan Dinas LH untuk menangani sampah dari TPS ke TPA.
Dalam Rakor tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa juga memberikan kenang-kenangan kepada Kepala Dinas Kesehatan, Drs. H. Didi Darsani, Apt., yang memasuki masa purna tugas pada tanggal 30 April 2021. Bupati menyampaikan terima kasih atas jasa dan pengabdian H. Didi selama menjadi ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan berharap semoga H. Didi senantiasa sehat serta dapat terus berbakti bagi daerah meski dalam peran yang berbeda.(IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: