HomePemerintahan

Pemda Tingkatkan Kapasitas Pelaku Usaha PMA maupun PMDN

Pemda Tingkatkan Kapasitas Pelaku Usaha PMA maupun PMDN

Dompu Belajar Cara Kelola DBHCT ke Sumbawa
Proyek Jembatan Tempoak Renok Timbulkan Masalah
Bupati Serahkan Bantuan Ratusan Mesin Ketinting

SUMBAWA- Bupati Sumbawa melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, L. Suharmaji Kertawijaya, ST. MT. berharap pemahaman mengenai perizinan berusaha berbasis risiko, dan Online Single Submission Risk Based Approach (OSSRBA) pada para pelaku usaha dapat meningkat, dan selanjutnya dapat diterapkan dengan baik.

Itu disampaikannya ketika membuka Sosialisasi Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko nan Implementasi Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, Senin (14/11) di Aula Hotel Grand Samota Sumbawa Besar.

Dikatakan Bupati, sosialisasi dan bintek ini yang dilaksanakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sumbawa ini merupakan langkah informatif bagi para pelaku usaha dalam mengakses layanan perizinan, berdasarkan pada risiko dan skala kegiatan usaha.

Penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko, sebut Bupati, bertujuan untuk meningkatkan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha, melalui pelaksanaan penerbitan perizinan berusaha secara lebih efektif dan sederhana.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas SDM pelaku usaha, baik PMA maupun PMDAN. Selain itu, juga dihajatkan untuk menginformasikan Implementasi dan Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko, serta bimbingan teknis tata cara pengurusan perizinan berusaha melalui OSS dan tata cara penyampaian LKPM secara online.

Selain itu, juga bertujuan sebagai pengawasan kegiatan usaha yang transparan, terstruktur, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, tambahnya. Ditegaskan Bupati, setiap pelaku usaha wajib memiliki Nomor Induk Berusaha atau NIB, yang menjadi identitas bagi pelaku usaha sebagai bukti registrasi atau pendaftaran pelaku usaha, untuk melakukan kegiatan usaha.

Keberadaan NIB, lanjutnya, sangat penting, karena berlaku juga sebagai angka pengenal impor, hak akses kepabeanan, pendaftaran kepesertaan pelaku usaha untuk jaminan sosial kesehatan dan jaminan sosial ketenagakerjaan, serta sebagai wajib lapor ketenagakerjaan untuk periode pertama pelaku usaha. Keberadaan NIB merupakan sebuah hal mendasar, yang menjadi legalitas untuk melaksanakan kegiatan usaha, mulai dari kegiatan usaha berisiko rendah hingga tinggi, ucap Bupati dihadapan para pelaku usaha se – Kabupaten Sumbawa. (IM)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: