HomeHukrim

Lapas Sumbawa Bebaskan Lima Warga Binaan Lebih Cepat

Lapas Sumbawa Bebaskan Lima Warga Binaan Lebih Cepat

Polsek Alas Amankan Tujuh Motor
Curi Peralatan Dapur, Perempuan Asal Moyo Hulu Ditangkap Polisi
Ini Pengakuan Langsung Tersangka Kasus Pembunuhan di Utan

SUMBAWA- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sumbawa Besar kembali memulangkan 5 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program Asimilasi Rumah Selasa (08/06). Mereka dibebaskan lebih cepat dari lama masa tahanan yang harus dijalani.
Program ini diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 32 Tahun 2020.
Syarat utama yang harus dipenuhi untuk memperoleh program tersebut selain mendapatkan rekomendasi dari wali pemasyarakatan (keterangan berkelakuan baik selama mengikuti pembinaan), juga telah menjalani setengah dari masa pidana. Serta dua pertiga dari masa pidananya tidak melewati 30 Juni tahun ini.
Salah seorang warga binaan yang dipulangkan kemarin, MH, 33 tahun, menuturkan dirinya sangat bersyukur bisa pulang lebih cepat dan berkumpul kembali dengan keluarga. Pria yang tersandung kasus penganiayaan tersebut berjanji untuk tidak akan terlibat pelanggaran hukum lagi.
“Alhamdulillah pak, terima kasih buat petugas yang sudah membimbing selama saya disini. Sudah kapok saya pak melanggar (hukum) lagi.” katanya.
Lapas Sumbawa Besar dalam kurun Januari hingga Juni ini telah melaksanakan program asimilasi rumah melalui skema Permenkumham Nomor 32 Tahun 2020 sebanyak 12 kali dengan total sejumlah 57 orang warga binaan. Jumlah tersebut didominasi oleh tindak pidana ringan dengan rataan pelanggaran terkait pencurian , penganiayaan dan narkotika.
Terpisah, Kalapas Sumbawa Besar ditemui awak media ini menuturkan pihaknya terus menjalin komuikasi dengan stakeholder utamanya Kejaksaan dalam hal pengawasan warga binaan yang mendapatkan program asimilasi rumah. Sehingga tujuan dari program ini benar-benar tercapai.
Disinggung mengenai keberlangsungan program asimilasi rumah mengingat situasi pandemi Covid-19 yang masih berlanjut, dirinya mengaku belum dapat memberikan keterangan mengingat hal tersebut merupakan ranah pimpinan di tingkat pusat.
“kita tunggu saja.” pungasnya. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0