HomeHukrim

BNNK Sumbawa Barat Gencarkan Perang Lawan Narkoba

BNNK Sumbawa Barat Gencarkan Perang Lawan Narkoba

Sedang Tunggu Pelanggan,Terduga Pengedar Narkoba Dibekuk Polisi
Pengusaha Rumah Makan  Ini Kembali Diamankan Polisi
Codet Ditangkap saat Tunggu Pembeli

SUMBAWA BARAT,intanmedia.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumbawa Barat terus berupaya mencegah peredaran dan pengunaan Narkotika di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Upaya yang dilakukan mengencarkan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Perederan Gelap Narkoba (P4GN) dengan War On Drugs (perang melawan Narkoba)
Kepala BNN Sumbawa Barat AKBP Yuanita Amelia Sari mengatakan, selama tahun 2023 cukup banyak upaya pencegahan perederan dan pengunaan narkoba melalui sejumlah strategi yang dilakukan secara masif perang melawan narkoba atau War On Drug dengan menerapkan sof power Approach yang mencakup pencegehan, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi. Hard Power, Smart Power Approach dan Go Operation. Untuk mewujudkan komitmen itu BNNK Sumbawa Barat melibatkan para pihak dari unsur pemerintahan hingga yang paling bawah, Pemerintah Desa dan satuan Pendidikan, dengan melakukan sosialisasi dengan sasaran karyawan swasta pegawai pemerintah hingga pelajar SMP dan SMA sederajat yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat.
Untuk memperluas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), BNNK Sumbawa Barat membentuk Desa Bersih Narkotika (Bersinar). Hingga tahun 2023 telah terbentuk 15 Desa Bersinar di Kabupaten Sumbawa Barat. Tiga Desa dan satu Kelurahan dibentuk tahun 2023.
Keberadaan Desa bersinar katanya, cukup membantu upaya pencegahan pengunaan Narkobar. Sebab Desa Bersinar memiliki komitmen melaksanakan program P4GN secara masif.
Pun terkait pencegahan pengunaan narkoba di tengah masyarakat, BNN Sumbawa Barat melakukan deteksi dini melalui tes urine. Selama tahun 2023 melakukan tes urine sebanyak 34 kali dengan sasaran 1731 orang termasuk pelajar semua sekolah SMP sederajat sebanyak 26 sekolah dan SMA sederajat 19 yang ada di KSB.
Dari hasil tes urine sebanyak 24 orang positif mengunakan Narkoba. Diantaranya pelajar.
Dari hasil tes urine yang positif Narkoba sebagian waega dari luar KSB.
Sebab katanya dengan sejumlah program pencegahan yang dilakukan secara kolaboratif dengan para pihak, Pemda Sumbawa Barat Pemdes dan organisasi lainnya cukup memberikan pemahaman bagi masyarakat. Utamanya remaja. Itu dilihat dari nilai indeks ketahanan remaja dengan kategori nilai tinggi. Begitu juga indeks ketahanan Keluarga (Dektara) nilai tinggi 83,571 persen.
Dengan semakin masifnya sosialisasi pencegahan pengunaan dan Perederan Narkoba yang diikuti komitmen perang melawan Narkoba kesadaran masyarakat tidak terjerat atau tergantung lagi dengan barang haram tersebut semakin tinggi. Itu dilihat dari kesadaran masyarakat melakukan rehabilitasi ke klinik Pratama BNN KSB tahun 2023 sebayak 50 orang klien. Klien didominasi penguna zat terlarang sebayak 45 klien, ganja 3 klien dan zat jenis lain-lain 2 orang. Klien didominasi laki-laki. Umumnya usia klien didominasi 35 hingga 40 tahun.
‘’Kita harap tahun masyarakat semakin sadar untuk melakukan rahabilitasi srcara sukarela ke klinik Pratama BNN KSB,’’ harapnya.
Karena di KSB sudah ada rehabilitasi intasnsi pemerintah. Yaitu, Klinik Pratama BNNK Sumbawa Barat, RSUD Asy Syifa, Puskesmas Maluk dan Puskesmas Poto Tano.
Selain melayani rehabikitasi di klinik Pratama BNNKSB. Pada tahun 2023 rekomendasikan 3 orang dilakukan rehan rawat inap di RSJ Mataram.
‘’Pasien yang dilakukan rawat inap tidak perlu khwatir dengan biaya pemberangkatan ke RS rawat inap yang berada di luar KSB. Karena ongkos berangkat dan kepulangan gratis. Ditanggung oleh Baznas KSB,’’ jelasnya.
Sendangkan untuk penindakan tindak pidana Narkotika BNNK Sumbawa Barat bekerjasama dengan BNN Provinsi NTB pada tahun 2023 menindak 1orang DPO asal Kecamatan Brang Rea.(IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: