HomeKesehatan

Rabies Tetap Jadi Atensi

Rabies Tetap Jadi Atensi

Dikes Segera Drop Ambulance Darat ke PKM Sebotok
Dua Paket Puskesmas dalam Proses Tender
Dua Puskesmas di Sumbawa Dibangun Tahun Ini

SUMBAWA- Meski tengah fokus menekan penyebaran covid-19, Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa tidak lantas mengabaikan penanganan rabies.
Sebagaimana ditegaskan Kepala Dikes Sumbawa melalui Kabid P2PL Agung Riyadi, pihaknya tetap konsentrasi terhadap kasus rabies. Karena memang gigitan dari hewan penular rabies (HPR) masih terus terjadi.
“Rabies masih tetap kita konsentrasi. Sekali lagi rabies tidak bisa kita hilangkan dari pengamatan kita. Sekarang masih ada, masih berlangsung (gigitan HPR-red),” ungkapnya.
Hanya saja kata Agung, pihaknya belum bisa memastikan setiap gigitan HPR yang terjadi mengarah ke rabies.
“Selama ini gigitan masih ada, cuma saya belum bisa berkoordinasi apakah di antara sekian gigitan ini apakah ada yang mengarah ke rabies atau tidak. Gigitan masih sering terjadi. Apalagi sekarang musim jagung. Permasalahan sekarang, apakah hewan yang menggigit terjangkit rabies atau tidak, saya belum mendapatkan datanya. Artinya kita belum berkomunikasi dengan teman-teman di lapangan,”akuinya.
Ia memastikan, vaksin dan serum anti rabies juga masih tersedia dalam jumlah yang cukup.
Pada tahun 2019 Bupati Sumbawa Husni Djibril, B.Sc melalui SK Nomor 389 Tertanggal 8 Februari Tahun 2019, telah menetapkan Kabupaten Sumbawa sebagai daerah dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies.
Atas Penetapan KLB Rabies tersebut, kemudian ditindaklanjuti Bupati dengan mengeluarkan SK Nomor 393 pada tanggal 11 Februari 2019 tentang pembentukan tim gerak cepat penanggulangan kejadian luar biasa rabies di Kabupaten Sumbawa.
Bupati mengeluarkan instruksi ke seluruh kecamatan, Balai Karantina, Lurah dan Desa serta OPD untuk mengambil langkah cepat dalam mencegah penyakit rabies. Dengan cara mengawasi dengan ketat HPR, melakukan edukasi tentang bahaya penyakit rabies, tidak memberikan izin untuk memasukan atau menurunkan HPR, serta memusnahkan HPR yang masuk tanpa izin ke daerah kabupaten Sumbawa/ Termasuk mengurangi populasi anjing liar dengan jalan eliminasi atau pencegahan perkembangbiakan.
Bupati juga menginstruksikan agar semua masyarakat yang tergigit HPR untuk mendapatkan pelayanan medis yang memadai. (im)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: