SUMBAWA BARAT,intanmedia.com – Ketua tim percepatan penurunan stunting Kabupaten Sumbawa Barat Fud Syaifuddin minta PTAMNT meningkatkan dukungan upaya menurunkan angka stunting bersama Pemda Sumbawa Barat.
‘’Tidak pungkiri keterlibatan perusahaan pengelola tambang emas batu hijau itu, cukup berkontribusi upaya penurunan angka stunting yang digalakkan Pemda Sumbawa Barat. Namun selama ini hanya diwilayah lingkar tambang. Kami berharap jangkuannya diperluas, ke semua wilayah hingga tingkat paling bawah seluruh desa di KSB,’’ harap wakil bupati dia periode ini saat memimpin Rakor Tim Percepatan Penurunan Angka Stunting (TPPS) di Taliwang belum lama ini.
Wabup Berharap PT AMNT Intervensi Stunting hingga luar daerah lingkar tambang
Dengan keterlibatan PTAMNT melalui berbagai programnya ke depan, Pemda Sumbawa Barat yakin akan mempercepat penurunan angka stunting yang terus digalakkan melalaui berbagai program dan pendekatan yang digulirkan Pemda Sumbawa Barat beberapa tahun terakhir ini.
‘’Kita ingin penurunan angka stunting di KSB lebih cepat dari target yang ditetapkan pemerintah,’’ imbuhnya.
Karena itu keterlibatan para pihak sangat diharapkan upaya percepatan penurunan angka stunting secara optimal
Diantaranya, program meningkatkan asupan gizi bagi balita. Program ini anggarannya dialokasikan melalui TP PKK kabupaten, kecamatan hingga tingkat desa.
Karena itu, untuk memastikan pelaksanaannya tepat sasaran, Wabup dengan tegas mengingatkan para Camat intensif memonitor pelaksanaan program penurunan angka stunting di masing-masing wilayahnya. Diantaranya, implementasi program sayur mayur hidroponik.
Sebab menurut Wabup, perbaikan gizi balita karena stunting, bukan faktor kemiskinan. Namun lebih kepada prilaku orang tua memperhatikan asupan gizi bagi balita.
Intinya kerjasama semua pihak yang telah terbangun dan peran serta TNI, Polri dan OPD lingkup Pemda KSB serta instansi vertikal yang selama ini intensif membantu progres percepatan Penurunan Stunting tahun 2024 diharapkan ditingkatkan.
Di kesempatan yang sama Kepala Dinas (Kadis) DP2KBP3A H. Tuwuh menjelaskan,sesuaiRencana Pembangunan Jangka Mengengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024, pemerintah pusat menargetkan prevalensi stunting sebesar 14 persen hingga tahun 2024.
Dalam pelaksanaannya Pemda Sumbawa Barat terus berupaya menurunkan angka stunting sesuai target, bahkan melebihi target pemerintah pusat. Hal itu dapat terealisasi dengan kerjasama semua pihak. Dan saat ini, khususnya di KSB sudah terbangun sistim penanganan penurunan stunting untuk lebih ditingkatkan dari tahun-tahun sebelumnya.
Karena berdasarkan data laporan Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) per Februari 2024, angka stunting di Kabupaten Sumbawa Barat pada posisi 7,48 persen atau sebanyak 842 balita stunting
Jumlah itu lebih baik dari EPPGBM bulan Agustus tahun 2023 yaitu 7,68 persen atau sebanyak 873 balita stuntng.Begitu juga hasil dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, prevalensi stunting Kabupaten Sumbawa Barat ada di angka 10,5 persen, lebih baik dari angka Provinsi NTB 24,6 persen dan Nasional 21,5 persen.
Berdasarkan data tersebut, kinerja penurunan stunting di Kabupaten Sumbawa Barat berjalan dengan baik. Meski demikian, penanganan stunting tahun 2024 diharapkan meningkat dari tahun sebelumnya. Tentunya, kerjasama para pihak ditingkatkan. Dan keterlibatan PTAMNT di luar wilayah lingkar tambang dapat direalisasikan sesuai yang diharapkan Pemda Sumbawa Barat. (IM)


COMMENTS