SUMBAWA – Pasokan beras impor Sebanyak 1000 ton asal Vietnam masuk Sumbawa dan KSB. Saat ini beras tersebut masih proses bongkar muat di Pelabuhan Lembar.
Pimpinan Cabang Bulog Sumbawa, Zuhri Hanafi, Rabu (03/04/2024) mengatakan beras tersebut digunakan untuk kebutuhan Bantuan Pangan (Bapang) Tahun 2024 tahap II yakni Bulan April, Mei dan Juni. Kebutuhan dua kabupaten wilayah kerja Bulog Sumbawa sekitar 700 ton per bulan.
“Itu untuk kebetuhan Bantuan Pangan Bulan April Mei, Juni sambil kita penyerapan. Stok sendiri kita masih ada 400 ton dari Luar Negeri (LN) juga, ditambah 1.000 itu cukup untuk 2 bulan,” jelasnya.
Terkait kualitas beras impor, menurutnya cukup bagus. Di mana, kualitasnya masih berada di atas beras Dalam Negeri (DN), bahkan masuk ketegori premium dengan tingkat kerusakan hanya 5 persen, sementara beras DN berada di angka 20 persen.
“Malah lebih bagus, masuk ke dalam kategori premium. Masyarakat bisa merasakan sendiri, kerena mereka yang terima bantuan pangan ini,” tukasnya.
Terkait penyerapan gabah tambahnya, pihaknya telah malaksanakan rapat dengan para mitra. Di mana, dalam rapat tersebut, disepakati pembelian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Dalam proses panen, pasti kita akan melakukan pembelian gabah/beras. Awal dari persiapan itu kita panggil mitra-mitra Bulog untuk melakukan kesepakatan proses pembelian ditingkat petani sesuai dengan HPP yang telah ditetapkan oleh pemerintah yakni harga Gabah Kering Panen (GKP) Rp 5.300 ditingkat petani, dan Gabah Kering Giling (GKG) Rp 6.300,” pungkasnya. (IM)


COMMENTS