HomePolitik

Minta Pemda Lihai “Berselancar di Ombak Besar”

Minta Pemda Lihai “Berselancar di Ombak Besar”

Gahtan Siap Wujudkan Kembali Aspirasi Warga Gang Hijrah 5
Reses di Kelurahan Bugis, Waka Ansori Didoakan Maju di Pilkada 2024
Politisi PAN Dorong Pemda KSB Segera Buka Pangkalan di Talonang Baru

SUMBAWA – Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumbawa Ahmad Fachry, S.H. meminta Pemerintah Daerah lihai “berselancar di ombak yang besar” agar tidak terhempas “batu karang”.

Hal itu didorong mengingat kondisi Fiskal Daerah saat ini sangat tertekan seperti dihempas ombak yang besar. Bersamaan dengan semakin meningkatnya intensitas fluktuasi harga (Volatility), ketidak pastian (uncertainty), hubungan antar componen pemangku kepentingan (complexity) dan situasi tanpa hubungan sebab-akibat yang jelas (ambiguity).

Bencana Pandemi Covid-19 disebut telah mengakibatkan perubahan di berbagai bidang. Perubahan itu terbentang mulai dari cara kita berkomunikasi, merencanakan program, berbelanja, belajar, bekerja, berpolitik dan sebagainya. Sehingga menuntut adanya Agility yakni kemampuan untuk bergerak dengan cepat dan mudah dalam menanggapi perubahan atau tantangan.
Oleh karenanya, Badan Anggaran DPRD menyarankan agar kita melihat faktor yang memiliki dampak paling besar terhadap masyarakat, salah satunya adalah pemulihan ekonomi dan menyiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Untuk itu, Badan Anggaran DPRD menyarankan Pemerintah Daerah untuk melakukan beberapa upaya. Antara lain, mengelola aset pelayanan Publik dengan serius dan baik, seperti Pengelolaan Pasar, Kelanjutan Pembangunan Rumah Sakit, Optimalisasi dan revitalisasi Puskesmas, Penyelamatan Bangunan Sekolah yang roboh/rusak, menjaga daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat, memperkuat dan mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, ekonomi kreatif, serta koperasi dan transformasi digital, menggerakan sektor riil dan menjaga dunia usaha tetap kondusif dan berkembang, menciptakan lapangan kerja dan mengurangi jumlah pengangguran, menjaga iklim investasi dan mendorong kemudahan berusaha, dan menghemat belanja rutin yang masih bisa ditunda dan diarahkan kepada belanja Jaminan Kesehatan penduduk miskin. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: