HomePolitik

Tiga Sebab Perubahan Kebijakan Umum APBD Sumbawa 2022

Tiga Sebab Perubahan Kebijakan Umum APBD Sumbawa 2022

Ansori Bantu PAMDES Batu Tering
Rakor Penerimaan Bacaleg, Gerindra Sumbawa Target Rebut Kursi Ketua DPRD
Lima Kader Siap Rebut Kursi Ketua DPC Demokrat Sumbawa

SUMBAWA- Perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD. Ini adalah Sebab pertama adanya perubahan kebijakan umum APBD Sumbawa 2022 sebagaimana disebutkan Juru Bicara Banggar DPRD Sumbawa Ahmad Fachry, S.H. pada Paripurna, Kamis (22/9/22).

Adapun perkembangan Pendapatan Daerah mengalami penurunan sebesar 3,28%, yang semula dianggarkan sebesar Rp.1.794.604.901.641,00 (1 Triliun 794 Milyar 604 Juta 901 Ribu 641 Rupiah) berkurang sebesar Rp.58.906.924.249,73 (58 Milyar 906 Juta 924 Ribu 249 Rupiah 73 Sen), sehingga menjadi Rp.1.735.697.977.391,27 (1 Triliun 735 Milyar 697 Juta 977 Ribu 391 Rupiah 27 Sen).

Sebab kedua, Keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan, dan antar jenis belanja. Dalam pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022 mulai bulan Januari hingga awal September terjadi pergeseran anggaran yang disebabkan pengalokasian belanja yang bersifat darurat/mendesak atau sangat mendesak.

Sebab ketiga, Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus digunakan untuk tahun berjalan. Dalam APBD Tahun Anggaran 2022 SiLPA Tahun sebelumnya tidak ditargetkan sementara hasil audit BPK RI pada APBD Tahun Anggaran 2021 terdapat SiLPA sebesar Rp.26.965.988.428,18 (26 Milyar 965 Juta 988 Ribu 428 Rupiah 18 Sen), anggaran ini digunakan untuk membiayai belanja wajib dan mengikat yang tidak dianggarkan atau belum cukup.

Dalam rancangan Perubahan KUA serta Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2022, Belanja Daerah mengalami penurunan sebesar 3,33% yang semula dianggarkan sebesar Rp.1.818.314.186.630,00 (1 Triliun 818 Milyar 314 Juta 186 Ribu 630 Rupiah) berkurang sebesar Rp.60.514.981.438,55 (60 Milyar 514 Juta 981 Ribu 438 Rupiah 55 Sen) sehingga menjadi Rp.1.757.799.205.191,45 (1 Triliun 757 Milyar 799 Juta 205 Ribu 191 Rupiah 45 Sen).
Selain itu, Perubahan KUA serta Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2022 juga mengalami perubahan pada komponen Pembiayaan Daerah. Penerimaan Pembiayaan Daerah mengalami penurunan sebesar 5,08% yang semula dialokasikan sebesar Rp.31.652.300.817,00 (31 Milyar 652 Juta 300 Ribu 817 Rupiah) berkurang sebesar Rp.1.608.057.188,82 (1 Milyar 608 Juta 57 Ribu 188
Rupiah 82 Sen) sehingga menjadi Rp.30.044.243.628,18 (30 Milyar 44 Juta 243 Ribu 628 Rupiah 18 Sen). Pengurangan tersebut bersumber dari SiLPA Tahun Anggaran sebelumnya. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: