HomeKSB

Cegah Masuk PMK, KSB Stop Lalu Lintas Ternak

Cegah Masuk PMK, KSB Stop Lalu Lintas Ternak

Dewan Apresiasi Langkah Cepat Pemda Antisipasi PMK
Pemda Gerak Cepat Tangani Kasus PMK di Kecamatan Maronge
Fraksi Nasdem Minta Pemda Gerak Cepat Antisipasi PMK Ternak

SUMBAWA BARAT, intanmedia.com- Pemda Sumbawa Barat menyetop lalu lintas keluar masuk jenis hewan ternak rentan terkena virus Penyekit Mulut dan Kuku (PMK), sapi, kerbau, kambing, domba dan babi. Itu dilakukan sebagi antisipasi masuknya PMK ke daerah yang saat ini berstatus zona kuning.
Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Iwan Irawan kemarin menjelaskan, selain menyetop lalu lintas hewan ternak rentan terkena PMK. Juga intensif melakukan pengawasan dan pemantauan di sejumlah titik. Termasuk di pos pemantuan di gerbang masuk KSB dari Kabupaten Sumbawa, guna, memperketat lalu lintas ternak antar Kabupaten. Terutama berasal sejumlah daerah Kabupaten/Kota di palau sumbawa berstatus zona merah PMK yang ditetapkan pemerintah pusat. ”Sementara ini, tidak boleh ada keluar masuk ke KSB semua jenis hewan ternak rentan terkena PMK. Terutama Sapi dan kerbau,” jelasnya.
Pun dengan alasan apapun. Seperti halnya, kerbau kerapan dari Kabupaten Sumbawa, hingga batas waktu belum ditentukan tidak diperboleh masuk ke KSB.
Sebaliknya, kerbau kerapan dari KSB dilarang keluar ke Kabupaten Sumbawa berstatus zona merah PMK.
Dan upaya yang digenjot Pemda KSB sejak beberapa bulan terakhir ini, meningkatkan intensitasvaksinasi dan eartag barcode. Eartag Barcode sendiri, tanda untuk hewan yang telah divaksin yang
diprioritaskan sapi dan kerbau. Sedangkan hewan ternak lainya, kambing, domba dan babi, setelah sapi dan kerbau.
Hingga saat ini, capain vaksinasi sapi dan kerbau, mencapai sekitar 10.000 dari total dosis vaksin PMK droping pemerintah pusat sebanyak 19.000 dosis vaksin. Sedangkan hewan yang telah di eartag barcode mencapai sekitar 5.000 ekor.
Meski stok vaksin masih tersisa sekitar 9.000 dosis.
Namun dia mengaku, telah meminta tambahan doisis vaksin PMK ke Pemprov NTB. ”Seperti dijanjikan Pemprov NTB tambahan dosis vaksin PMK minggu depan sudah tiba di KSB,” katanya.
Iwan sapaan akrab pejabat berkacamata ini menegaskan, penambahan dosis vaksin PML, harus segera. Mengingat masih banyak sasaran yang belum vaksin.
Sesuai hasil pendataan populasi ternak berdasarkan jenisnya adalah, sapi sekitar 82.445 ekor, kerbau 16.519 ekor, kambing 17.93 dan dambo sekitar 454 ekor serta babi 455 ekor.
Iwan kembali menegaskan, meski pemerintah intensif berupayan mencegah virus PMK masuk ke KSB. Tidak mungkin akan berhasil, jika tidak ada dukungan semua pihak. Terutama, pengusaha jual beli hewan ternak. Dan petani pemilik hewan ternak itu sendiri.
Dengan mengikuti anjuran dan larangan yang ditetapkan pemerintah. Minimal arus lalu lintas ternak saat ini dihentikan. Tidak boleh ada hewan masuk dari luar KSB. ”Karena kasus PMK hingga saat ini belum ditemukan satupun di KSB. Saya berharap semua pihak secara bersama mencegah PMK tidak ada di KSB. Karena kalau sudah ada satu kasus saja, penyebaran virus itu sangat cepat. Karena radius 10 Km dapat menular ke hewan lainnya,” pungkasnya. (I’M)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: