HomePendidikan

Tidak Semua Sekolah Bisa Belajar Tatap Muka

Tidak Semua Sekolah Bisa Belajar Tatap Muka

Hari Pertama Sekolah, Anak-anak Sangat Antusias
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Dimulai 30 Agustus
Mau Belajar Tatap Muka, Dewan Ingatkan Pihak Dikbud

SUMBAWA- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa H. Sahril menyebutkan, tidak semua sekolah dapat menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Menurutnya, dapat tidaknya sekolah melaksanakan PTM, nantinya ditentukan dari hasil brackdown data detail Satgas Covid-19. Yakni tetap mengacu kepada rilis terakhir kondisi Covid-19.
“ Yang kemarin saja sudah hijau semua kecuali Labuhan Sumbawa. Jadi, ada daerah-daerah yang tidak melaksanakan PTM. Jadi PTM kita terbatas dalam arti tidak semua sekolah dapat melaksanakan PTM. Karena kondisi di desa itu dalam zona merah atau orange,” jelasnya, Rabu (7/7/21).
Dalam pelaksaan PTM ini, setiap hari pihaknya akan melakukan evaluasi.
“Jadi kita PTM ini setiap hari kita lakukan update. Jadi bisa jadi dia PTM hari ini, besok kita BDR kan. Karena kondisi, bukan karena siswa yang terpapar saja. Tetapi ada masyarakat atau lingkungan itu yang terpapar yang menyebabkan zonanya menjadi merah, maka PTM kita alihkan ke BDR. Jadi bisa saja kemarin PTM, hari ini BDR,”terangnya.

Terhadap sekolah yang berada di zona hijau, menurutnya tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka.
“On pun ada on yang terbatas, ada on yang full. On yang terbatas maksimal 3 jam 180 menit. On yang full ini berlaku pada daerah-daerah memang karena kondisi tidak mungkin kita laksanakan BDR secara efektif. Untuk itu sekolah akan mengatur ritme pembelajaran di sana. Karena yang tidak boleh walaupun full, mereka tidak boleh beroperasinya kantin,” terangnya.
Ia mencontohkan, di sekolah A, murid di kelas itu hanya 6 atau 7 orang. Karena ada SMP yang muridnya tiga rombel itu cuma 14 orang tiga ruang kelas. Tidak on terbatas, on-nya full saja. Karena bisa menjaga jarak, bisa menerapkan prokes yang ketat.
“Besok atau lusa sudah keluar surat keputusan kita, sekolah-sekolah mana saja yang melaksanakan pembelajaran on off dan BDR. Jadi ada sekolah yang BDR, ada sekolah yang PTM. Dalam kota Sumbawa kayaknya nda ada. Labuhan Sumbawa nda ada yang PTM,” demikian Sahril. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: