HomeKesehatan

Sumbawa Terus Perkuat Upaya Penanganan Covid-19

Sumbawa Terus Perkuat Upaya Penanganan Covid-19

Ada Pegawai Positif, BPJS Tutup Layanan Tatap Muka
Siap-siap Anak juga Segera Divaksin
Pasien Covid Terus Bertambah , Bagaimana Kesiapan Oksigen di Sumbawa ?

SUMBAWA- Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat upaya penanganan Covid-19 di semua level pemerintahan. Termasuk hingga ke tingkat desa.Salah satu program kerja jangka pendek Mo-Novi ini dilakukan, terutama untuk mengantisipasi lonjakan kasus pasca libur lebaran.
Karenanya, dalam rapat koordinasi implementasi program kerja jangka pendek Mo-Novi, Selasa (18/5) di Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa, Sekretaris Daerah Sumbawa H. Hasan Basri,M.M. menekankan agar semua lini bekerja keras. Mengupayakan yang terbaik dalam mengantisipasi lonjakan kasus pasca libur panjang lebaran. Terlebih meningkatkan angka kesembuhan serta mengurangi angka kematian.
Menurutnya, sebagaimana hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi, hampir semua kabupaten terjadi lonjakan jumlah kasus setelah libur panjang. Meskipun kemarin dibatasi atau dilarang mudik, tapi masih ada yang mudik sekitar 1,5 juga (angka nasional).
“Itulah salah satu penyebab terjadinya peningkatan. Karena itu kita harus siap jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan. Termasuk menjelang lebaran, toko ramai, kegiatan di masyarakat juga ramai. Itu yang kita khawatirkan. Karena itu pak Kadis, sepanjang tidak bergejala atau bergejala ringan mungkin bisa digunakan fasilitas yang disiapkan desa. Sehingga tidak semua ke rumah sakit. Mungkin bisa dilayani makan minumnya. Karena anggaran desa sudah ada. Untuk anggaran kelurahan juga harus disiapkan,” pintanya.
Ia juga meminta agar rumah karantina terpadu segera disiapkan. Dalam hal mempercepat rehab rumah bekas BBU Sering yang telah disepakati menjadi rumah karantina terpadu. Begitu juga kepada Direktur RSUD Sumbawa, ia meminta untuk mengatur ruang perawatan sehingga bisa menampung pasien Covid.
Disampaikan angka kematian di Sumbawa lebih tinggi dari nasional dan provinsi. Yakni di angka 6 persen lebih.
“Ini kita khawatirkan, sehinga kemarin Pak Kapolres dan Pak Dandim meminta kita supaya siap. Termasuk di desa/kelurahan. Begitu juga puskesmas-puskesmas yang masih bisa menampung sudah harus disiapkan,” imbuhnya.
Selanjutnya selurih lini diminta untuk memperkuat sinergi untuk membangkitkan Kesempatan kerja dan perekonomian petani nelayan pedagang kecil dan Bumdes. Sebagaimana arahan presiden, dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini, pemerintah daerah diminta mampu mengatur ritmeya. Jangan sampai karena ketakutan luar biasa menyebabkan ekonomi tidak bisa jalan. Dianalogikan seperti naik mobil. Pada saat tertentu harus menekan rem dan pada saat tertentu harus menekan gas. Dengan harapan Covid bisa dikendalikan dan pada saat yang sama ekonomi bisa jalan.
Plt. Kepala Dikes Sumbawa I Ketut Sumardi Arta, S.H., pada kesempatan tersebut juga memaparkan sejumlah langkah/upaya untuk menterjemahkan program jangka pendek bupati tersebut.
Dikes sebutnya merumuskan 10 kegiatan. Yakni terkait penerapan dan penegakan Prokes, tapi karena saat ini aktivitas pasca idul Fitri, maka lebih kepada bagaimana mengawasi mobilitas masyarakat yang masuk ke Sumbawa. Kegiatan kedua, yakni peningkatan tracing, testing, treatment bagi pelaku perjalanan. Kegiatan ketiga intervensi ibu hamil, keeempat komunikasi informasi dan edukasi,kelima menyediakan lokasi karantina terpusat. Karena ketersediaan tempat tidur di rumah sakit sudah semakin berkurang.
“Karena arahan dari Dikes provinsi, bahwa dalam rangka mengantisipasi lonjakan kasus pasca idul Fitri, daerah diminta menyediakan paling sedikit 30 persen dari ruang perawatan yang ada di rumah sakit (RSUD dan RSUP). Termasuk instruksi dari Bupati Sumbawa untuk menyiapkan tempat karantina untuk mengantisipasi lonjakan kasus,” ungkapnya.
Kegiatan keenam mengaktifkan kembali semua satgas. Baik pada tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa dan kelurahan.
Selanjutnya upaya ketujuh yakni memperkuat koordinasi dengan Lab. STP. Karena ada informasi mengenai hasil pemeriksaan Laboratorium agak telat diterima. Sehingga ini akan mempengaruhi kecepatan melakukan tracing.
Langkah berikutnya adalah mempercepat vaksinasi. Vaksin saat ini sedang berjalan. Fokusnya untuk lansia. Semua lini harus bergerak percepat vaksinasi. Karena saat ini distribusi vaksin sifatnya bertahap. Kadang-kadang tidak bisa memenuhi kebutuhan dari kecamatan.
Direktur RSUD Sumbawa dr. Dede Hasan Basri, dalam pemaparannya, menyampaikan dengan adanya pengumuman 15 yang positif, besar harapannya agar disipakan rumah tinggal di kecamatan. Sehingga sebelum dibawa dibawa ke RSUD,bisa ditempatkan di rumah tinggal/karantina. Karena seluruh pasien yang dirujuk pasiennya (cukup parah-Red) sehinga angka kematian seperti yang disampaikan cukup tinggi 6 persen.
Ia juga meminta, agar dilakukan rapid rest antigen di puskesmas.Karena biasanya Pasien yang masuk belum rapid antigen. (IM/Publikasi Kerjasama Khusus bidang kesehatan)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: