HomeSosial

TRC Satu Komando, Ikhtiar Sumbawa Barat Memperkuat Layanan TRC Ambulans Agar Lebih Cepat, Profesional dan Terintegrasi

TRC Satu Komando, Ikhtiar Sumbawa Barat Memperkuat Layanan TRC Ambulans Agar Lebih Cepat, Profesional  dan Terintegrasi

MUI Berperan Penting Dalam Pembinaan Keummatan
BRI Bersama YBM BRILian Luncurkan Program WASH dan Bantu 1000 Pohon di Desa Jaya Makmur
Menjaga Kelancaran Pengolahan Mineral di AMMAN Lewat Teknologi Laser 3D

”Pelayanan ambulans yang baik adalah ambulans yang bergerak cepat menuju lokasi atau rumah pasien””

Sumbawa Barat 14 Agustus 2025

Oleh : H. Indra Alamsyah, S.Kep.Ns.,M.Si
Kepala Bidang Pelayanan Mutu dan Sumber Daya Kesehatan
Dinas Kesehatan Kab. Sumbawa Barat

Bagi seseorang pasien dan keluarga, waktu bukan sekadar angka. Beberapa menit dapat menentukan apakah seseorang segera mendapatkan pertolongan atau harus menunggu lebih lama. Pelayanan ambulans yang baik adalah ambulans yang bergerak cepat menuju lokasi atau rumah pasien, terdapat sistem komando penugasan personel, informasi, koordinasi, dan tanggung jawab yang harus bekerja secara bersamaan.
Semangat itulah yang menjadi dasar penguatan Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulans Puskesmas melalui Command Center Kabupaten Sumbawa Barat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat dengan konsep “TRC Satu Komando.”
Konsep ini menempatkan Admin Call Center Puskesmas dan Command Center bukan sekadar sebagai pusat penerima telepon, melainkan sebagai pusat kendali pelayanan ambulans yang memastikan setiap permintaan Masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat mendapatkan respons, ditangani oleh personel yang sesuai, serta dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan.
Menariknya, layanan TRC Ambulans tidak hanya diperuntukkan bagi pasien emergency. Sistem ini juga memberikan ruang pelayanan bagi pasien non-emergency serta layanan terjadwal. Dengan demikian, ambulans Puskesmas tidak hanya hadir ketika kondisi sudah kritis, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pelayanan kesehatan primer yang proaktif, terencana dan berkesinambungan.
Pada kasus emergency, kecepatan respons menjadi prioritas. Laporan masyarakat harus segera diterima, diverifikasi, dan diteruskan kepada unit yang paling tepat. Sementara untuk kebutuhan non-emergency maupun layanan terjadwal, sistem memungkinkan pengaturan waktu, armada, serta personel secara lebih tertib sehingga pelayanan dapat berlangsung tanpa mengganggu penanganan kasus kegawatdaruratan.
Tidak Ada Panggilan yang Terlewat
Salah satu penguatan penting dalam TRC Satu Komando adalah mekanisme overflow panggilan. Dalam pelayanan publik, panggilan yang tidak terjawab bukan berarti persoalan selesai. Justru sebaliknya, panggilan tersebut harus menjadi perhatian sistem.
Setiap panggilan, termasuk panggilan yang tidak terjawab, perlu tercatat dan ditindaklanjuti melalui mekanisme overflow dan callback. Prinsipnya, tidak boleh ada panggilan masyarakat yang hilang tanpa kepastian tindak lanjut.

Setiap permintaan pelayanan kemudian dituangkan dalam tiket layanan. Tiket ini menjadi jejak perjalanan pelayanan kesehatan sejak laporan diterima hingga pelayanan selesai. Di dalamnya dapat direkam waktu laporan, lokasi pasien, tingkat kebutuhan, unit ambulans/nakes yang ditugaskan, personel yang dikirim, waktu keberangkatan, waktu tiba, hingga tujuan layanan atau rujukan serta rating kepuasan pasien/keluarga.
Dengan sistem tersebut, ketepatan waktu dan ketepatan personel dapat dikendalikan. Petugas yang dikirim bukan sekadar “siapa yang tersedia”, tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan pasien dan karakteristik kasus. Terobosan ini mendapat sambutan yang baik dari TRC Ambulans puskesmas, Dimana dari tanggal 1 – 14 Agustus tercatat 1.380 Tiket layanan TRC Ambulans Puskesmas yang tercetak.
Pengamanan Rujukan untuk Memastikan Rujukan Tepat Waktu dan Penanganan
Penguatan berikutnya adalah Safetynet (jaring pengaman) dalam layanan rujukan, khususnya ketika pasien harus di rujuk dari Puskesmas menuju RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat.
Rujukan tidak boleh dipahami hanya sebagai proses memindahkan pasien dari satu fasilitas kesehatan ke fasilitas lainnya. Harus ada kesinambungan informasi dan komunikasi antara Puskesmas, petugas ambulans, Command Center, dan rumah sakit tujuan.
Command Center berperan memastikan standar waktu yang telah disepakati dalam Service Level Agreement (SLA). Proses tersebut tetap terpantau hingga pasien diterima di rumah sakit. Dengan demikian, Keputusan rujukan lebih tepat waktu sesuai kondisi klinis dan rantai pelayanan tidak terputus karena tidak ada saluran koordinasi.
Mengukur Kinerja, Membangun Kepercayaan
Konsep TRC Satu Komando pada akhirnya memperkuat tiga fondasi utama organisasi: manajemen yang jelas, kinerja yang terukur, dan akuntabilitas yang kuat.
Jumlah panggilan, overflow call, waktu respons, tiket layanan, ketepatan pengerahan personel, perjalanan rujukan, hingga proses handover menjadi data penting untuk evaluasi dan perbaikan.
Bagi masyarakat, semua itu bermuara pada satu harapan sederhana: ketika membutuhkan ambulans, ada yang menerima panggilan, ada yang datang, dan ada sistem yang memastikan mereka tidak sendirian.(***)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: