HomeSosial

BAKTI Komdigi dan Atourin Gelar Pelatihan dan Pendampingan

BAKTI Komdigi dan Atourin Gelar Pelatihan dan Pendampingan

Cafe di Batu Gong Kembali Makan Korban
Sokongkan Juara Umum MTQ ke-20 Tingkat Kabupaten
Peringati HUT Humas Polri Ke 73, Polres Sumbawa Gelar Donor Darah

SUMBAWA BESAR — Akses pasar pariwisata di Kabupaten Sumbawa terus didorong agar semakin luas melalui pemanfaatan teknologi digital. BAKTI Komdigi bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Atourin menggelar pelatihan pembuatan paket wisata untuk dipasarkan melalui Online Travel Agent (OTA).

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 11–13 Agustus 2026, di Aula BKPSDM Kabupaten Sumbawa. Pelatihan digelar secara hybrid dengan melibatkan 30 peserta secara luring dan 50 peserta secara daring. Peserta berasal dari unsur masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Budi Prasetiyo. Turut memberikan sambutan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Hasanuddin serta perwakilan BAKTI Komdigi, Inneke Lady.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa memberikan apresiasi terhadap kolaborasi BAKTI Komdigi, Atourin dan para peserta. Pelatihan diharapkan dapat meningkatkan literasi serta kapasitas digital pelaku pariwisata.

Dengan kemampuan tersebut, pelaku pariwisata diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk memasarkan berbagai produk wisata unggulan Sumbawa secara lebih luas.

Perwakilan BAKTI Komdigi, Inneke Lady, mengatakan perkembangan industri pariwisata yang semakin kompetitif menuntut daerah tidak hanya memiliki destinasi menarik.

Potensi tersebut juga harus dikemas menjadi produk wisata yang menarik, mudah ditemukan, mudah dibeli dan mampu menjangkau wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

“Salah satu peluang yang dapat kita manfaatkan adalah melalui Online Travel Agent atau OTA,” kata Inneke.

Menurutnya, pemanfaatan OTA memungkinkan paket wisata yang sebelumnya hanya dikenal masyarakat sekitar dipasarkan ke pasar yang lebih luas.

Wisatawan juga dapat memperoleh informasi mengenai destinasi, aktivitas, harga, durasi perjalanan hingga fasilitas. Pemesanan pun dapat dilakukan melalui platform digital.

Karena itu, pelatihan tidak sekadar mengajarkan peserta membuat paket perjalanan. Peserta juga diarahkan mengubah potensi wisata menjadi produk yang memiliki nilai jual dan siap dipasarkan melalui ekosistem digital.

Program ini juga dilanjutkan dengan pendampingan. Atourin berkomitmen memberikan pendampingan secara daring selama dua bulan, Agustus hingga September 2026.

Pendampingan tersebut diharapkan memastikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Digitalisasi pariwisata diharapkan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus pendapatan pelaku pariwisata. Para peserta juga diharapkan mampu menjadi local champion dalam memajukan pariwisata Kabupaten Sumbawa melalui teknologi digital. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: