Sumbawa Barat (23 Juni 2026) – Angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sumbawa Barat menunjukkan penurunan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru yang disampaikan oleh Bupati pada apel syukur (apel yang dilaksanakan setiap tanggal 20 setiap bulan), angka tersebut berhasil diturunkan hingga mencapai 0,40 persen pada tahun 2025, dari sebelumnya 0,92 persen pada tahun 2024.
Pencapaian ini sekaligus menempatkan kabupaten termuda di Pulau Sumbawa ini sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di antara 10 Kabupaten/Kota di Provinsi NTB.
Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif dari semua pihak dalam menyukseskan program-program yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Meskipun demikian, pencapaian ini belum dapat dikatakan sebagai keberhasilan mutlak. Pemerintah ke depan masih dituntut untuk terus berupaya mengeluarkan sisa warga dari kategori miskin ekstrem, serta mencegah munculnya warga miskin ekstrem baru.
Oleh karena itu, Bupati secara tegas menginstruksikan kepada seluruh OPD untuk mengevaluasi setiap program yang dilaksanakan secara berkala. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang digulirkan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat yang berhak menerimanya.
“Masih ada warga kita yang membutuhkan sentuhan pelayanan, perhatian, dan keberpihakan nyata dari pemerintah,” tegasnya.
Untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dan dilayani, serta memperoleh akses perlindungan yang layak, Pemerintah menyelenggarakan program unggulan daerah KSB Maju dan KSB Maju Luar Biasa. Program ini mencakup berbagai jenis bantuan layanan sosial yang menyasar seluruh warga yang memiliki KTP Kabupaten Sumbawa Barat. (IM)


COMMENTS