HomeKSB

Program KSB Maju Pacu Percepat Sukseskan Eliminasi Tuberkolusis

Program KSB Maju Pacu Percepat Sukseskan Eliminasi Tuberkolusis

Peluncuran Pilkada Serentak, KPU KSB Angkat Tema Pilkada DITA
KPU Sumbawa Barat Ajak Stakeholder Sukseskan Pemilu Serentak
Puluhan Pelajar Dapat Bantuan Beasiswa DD

Sumbawa Barat (15 November 2025) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus memperkuat komitmen mensukseskan program nasional pencegahan dan pengendalian penyakit menular Aids Tuberkulosis (TB) dan Malaria (ATM).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (DPMD) H. Abdul Hamid saat dijumpai media ini menjelaskan, untuk merealisasikan program nasional eliminasi penyakit menular ATM yang ditargetkan tahun 2030 mendatang, telah ditindaklanjuti oleh Pemda Sumbawa Barat melalui sejumlah kebijakan strategis yang dituangkan melalui Program KSB Maju Kesehatan, program unggulan daerah dibawah pemerintahan Bupati H. Amar Nurmansyah dan Wakil Bupati Hj. Hanipah yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dikes) terus mengintensifkan pengendalian dan pencegahan turun langsung ke lapangan melakukan sosialisasi, mencari dan mendata warga terindikasi terjangkit penyakit menular ATM oleh petugas kesehatan bersama kader posyandu dan Agen Gotong Royong (AGR) yang tersebar semua desa dan kelurahan yang ada di KSB.
Selain Dikes,Pemerintah Desa (Pemdes) dilibatkan mensukseskan program nasional eliminasi ATM.Semua desa diarahkan mengalokasikan anggaran penanganan penyakit menular melalui APBDes yang bersumber dari Dana Desa (DD).
Berdasarkan hasil evaluasi APBDes tahun anggaran 2025, semua desa di KSB mengalokasikan anggaran mensukseskan program nasional tersebsut di KSB. Besaran anggaran masing-masing desa tahap pertama ini bervariatif.
‘’Kita bersyukur semua Kepala Desa (Desa) pada tahap pertama tahun 2025 telah mengalokasikan anggaran penanganan dan pengendalian penyakit menular ATM,’’katanya, seraya menambahkan, tahap kedua melalui APBDes tahun 2026 diharapkan alokasi anggaran lebih besar dari yang dialokasikan di tahap pertama, APBDes tahun 2025.
Dikatakan, pengalokasian DD mendukung program nasional tersebut, secara aturan tidak melanggar ketentuan pengunaan DD yamg ditentukan pemerintah pusat dan diperkuat Instruksi Presiden (Inpres) RI Prabowo Subianto.
‘’Secara legal formal tidak ada masalah. Kades tidak perlu khawatir terkait pengunaan DD dianggarkan untuk penanganan ATM. Ini mempercepat mensukseskan program priotas nasional yang wajib dilaksanakan pemerintah daerah merealisasikan target eliminasi ATM tahun 2030 mendatang, ‘’jelas pejabat berkacamata ini.
Dinas Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan dr. Calon Sitompul mengatakan, Pemda Sumbawa Barat melalui Dinas Kesehatan (Dikes) terus mengintensifkan pencegahan dan pengendalian ATM oleh petugas kesehatan bersama perangkat pendukung kesehatan yang dibentuk Pemda Sumbawa Barat. Seperti, kader posyandu dah Agen Gotong Royong (AGR) secara aktif mendata, dan mejgawasi warga terjangkit tiga penyakit menular tersebut di semua desa. Utamanya memastikan pasien TBC rutin melakukan kontrol ke Fasilitaa Kesehatan (Faskes) dan minum obat secara rutin.
Pola yang diterapkan Pemda Sumbawa Barat, membuahkan hasil positif. KSB berhasil eliminasi malaria. Atas pencapaian itu, KSB dianugrahi penghargaan sertifikat eliminasi malaria oleh pemerintah pusat, diterima oleh Bupati KSB pada pertemuan nasional Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) seluruh Indonesia di Kota Solo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
Atas prestasi tersebut Bupati KSB dinobatkan menjadi pembicara dipertemuan nasional Adinkes. Dari pemaparan Bupati dihadapan ratusan Kepala Dikes Sekda dan Kepala Bappeda Terkait pola pencegahan dan pegendalian ATM yang diterapkan Pemda Sumbawa Barat diapresiasi seluruh peserta forum. Karena untuk mensukseskan program nasional itu di daerah lain, belum melibatkan pihak lain, diluar pemerintah. Utamanya pola pelibatan AGR. Dari diskusi panjang itu. Pengalaman KSB menjadi contoh baik daerah lain,daerah percontohan pencegahan dan pengendalian penyakit menular ATM bagi daerah lain se Indonesia.
‘’Sejumlah daerah secara langsung menyampaikan ke kita. Akan menerapkan pola eliminasi Malaria seperti KSB. Utamanya pelibatan organisasi lain di luar pemerintah. Seperti pihak swasta, PTAMNT, Baznas dan AGR, ‘’ tutup pejabat muda murah senyum ini. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: