HomeKSB

Ratusan Hektare Jagung di Talonang Terancam Gagal Panen

Ratusan Hektare  Jagung di Talonang Terancam Gagal Panen

PT. GTA Meriahkan Bulan K3 Nasional 2024
KPU Minta Peserta Pemilu Taati Aturan Pemasangan APK
Bupati KSB Penuhi Janji Politik Luncurkan Program Bantuan

SUMBAWA BARAT -Ratusan Hektare (Ha) tanaman jagung milik petani di Desa Taloang Baru,, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi NTB di serang hama ulat gerayak dan belalang.

Hama ulat dan belalang menyerang tanaman jagung siap bertongkol dan sebagiannya sudah bertongkol.

Kepala Desa Talonang Baru Budi Haryo yang dikonfirmasi media ini, membenarkan sekitar ratusan hektare tanaman jagung, dari total sekitar 1000 lebih hatare tanaman jagung milik warganya diserang hama. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan akan terjadinya ancaman gagal panen bagi petani jagung yang diserang hama yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

‘’Hama ulat dan belalang sangat cepat. Dalam beberapa hari sudah sekitar ratusan hektare lahan tanaman jagung,’’ katanya lirih

Serangan hama yang melanda tanaman jagung petani. Tidak menutup kemungkinan akan semakin meluas. Hingga terancam gagal panen.

Pun demikian, upaya penyelamatan oleh pemilik kecil kemungkinan bisa diselamatkan. Karena sebagian besar tanaman jagung yang diserang hama sudah bertongkol.

Dengan kondisi ini, sebagian besar petani yang tanaman jagung terkena hama pasrah akan gagal panen. Bahkan beberapa petani telah melakukan penebangan. Karena kondisi tanaman jagung saat ini dianggap tidak bisa diselamatkan lagi.

Tentu bagi petani yang melakukan penebangan, mengalami gagal panen. Dan jika serangan hama terus berlanjut tidak menutup kemungkinan ratusan hektare tanaman jagung yang terdampak serangan hama mengalami gagal panen.

Secara otomatis petani akan mengalami kerugian yang cukup besar. Karena modal yang telah dikeluarkan, dari tahapan penyiapan dan pembersihan lahan,pembelian bibit, obat-obatan hingga pemupukan cukup besar. Rata-rata modal yang telah dikeluarkan sekitar belasan juta per Ha. Itupun modal yang dileluarkan oleh pemilik lahan pinjaman modal dari bank.

‘’Rata-rata luas areal tanaman jagung satu orang minimal 1 Ha, hingga lebih dari 3 Ha,’’ jelasnya.

Dengan kondisi ini, petani sudah khawatir tidak bisa membayar anggusaran pinjaman modal di sejumlah bank.

Karena itu Kades yang peduli dengan kondisi dengan musibah yang dialami warganya berharap dukungan dan bantuan Pemda Sumbawa Barat. Utamanya memfasilitasi petani dengan bank tempat petani meminjam modal, agar dapat diberikan keringan membayar angsuran pinjaman.

Begitupun bagi petani yang telah menebang tanaman jagung yang terdampak serangan hama, berupaya menanam kembali jagung. Namun tidak berdaya. Karena tidak bisa membeli bibit jagung dan racun pembersih rumput serta obat-obatan.

‘’Kita berharap Pemda Sumbawa Barat, memberikan bantuan bibit jagung bagi petani yang berencana menanam kembali,’’ harapnyam

Karena katanya, jika petani tidak menanam kembali warga masyarakat yang selama ini mengandalkan pendapatan ekonomi keluarga sebagai sumber pendapatan utama, akan mengalami kirisis pangan.

Dan ini menjadi perhatian Pemdes Talonang baru, akan terjadinya ancaman krisis pangan bagi warga di Desa Talonang Baru.

‘’Semoga musibah serangan hama tanaman jagung. Tidak berdampak terjadinya ancaman krisis pangan di Desa Talonang Baru,’’ harapnya.

Di tempat terpisah PPL Desa Talonang BPP Kecamatan Sekongkang Aswin Pramudo yang dikonfirmasi membenarkan tanaman jagung milik petani Desa Talonang Baru saat ini mengkhawatirkan mengalami gagal panen disebabkan serangan hama ulat dan belalang.

Dari hasil pantuan dan pendataan lapangan, sekitar 70 persen dari luas sekitar 1800 Ha areal tanaman jagung di Desa Talonang terancam gagal panen.

Ancaman gagal panen, tidak hanya akibat serangan hama ulat dan belalang. Namun dipicu mengalami kekeringan. Karena tanaman jagung yang ditanam sekitar bulan November 2023 lalu, sekitar satu bulan lebih tidak terkena air. Karena selama satu bulan lebih wilayah bagian selatan tidak turun hujan. ‘

‘’Jika hujan normal seperti beberapa tahun lalu, belan Maret mendatang jagung sudah masuk masa panen, ‘’ jelasnya.

Kondisi ini telah disampaikan ke Pemda Sumbawa Barat melalui Dinas Pertanian dan Peternakan.

‘’Kita hanya menyampaikan laporan. Kalaupun ada kebijakan upaya penyelamatan tanaman jagung dari Pemda Sumbawa Barat kita tetap berupaya optimal. Agar tidak terjadi gagal panen,’’ pungkasnya.

Memang katanya, dengan keadaan cuaca saat ini yang sudah mulai turun hujan. Sejumlah petani berencana menanam jagung kembali. Namun lagi-lagi mereka terkendala modal. Karena mereka(Petani,red) saat ini khawatir tidak bisa membayar angsuran pinjaman modal di sejumlah bank yang telah dipakai untuk modal tanam jagung yang saat ini terancam mengalami gagal panen. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0