Sumbawa Barat (2 September 2026)- Masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kini tidak perlu khawatir mendapat layanan kesehatan untuk berobat dan pengobatan harus endatangi fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah setempat. Karena Pemda Sumbawa Barat menjamin setiap warga warga disemua wilayah daerah yang bermottokan Bari Lema Bari ini mendapatkan layanan kesehatan gratis, pelayanan antar jemput dan perawatan pasien di tempat atau ke rumah. Adalah melalui program KSB Maju Layanan Kesehatan.
Sejak diluncurkan program unggulan daerah diawal pemerintahan Bupati H.Amar Nurmansyah dan Wakil Bupati Hj.Hanupah tahun 2025 lalu. Program yang menyedikan layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulance dibawah dinas Pengampuh Dinas Kesehatan (Dikes) selama satu tahun, sejak diluncurkan. Jenis layanan dan efektifitas layanan TRC Ambulance yang tersedia di semua Puskesmas (Sepuluh Puskesmas,red) di KSB terus dikembangkan dan ditingkatkan memenuhi kebutuhan layanan kesehatan cepat, tepat waktu bagi masyarakat.
Untuk mencapai layanan cepat, dan tepat waktu bagi masyarakat. Utamanya pasien, Dinas kembali melakukan inovasi layanan TRC Ambulance yaitu Siaga Prima KSB dan TRC Satu Komando. Sistim layanan itu diintegrasikan dengan Aplikasi KSB Maju secara resmi dilaunching oleh bupati Sumbawa Barat, Selasa Kemarin.
Saat peluncuran Bupati H.Amar Nurmansyah, mengapresiasi inovasi Dikes yang terus mengembangkan sistim layanan KSB Maju layanan kesehatan yang telah mampu melayani masyarakat atau pasien yang melakukan pengobatan ke lokasi tempat tinggal pasien dan melakukan rujukan pasien ke sejumlah fasilitas ke sehatan, rumah sakit maupun Puskesmas yang tersedia di semua kecamatan (Delapan kecamatan,red). Terutama keberadaan layanan TRC Ambulance yang dilengkapi sarana alat Kesehatan serta Tenaga medis dan tenaga kesehatan yang selama ini secara aktif melayani masyarakat yang membutuhkan layanan setiap saat.
Kemajuan sistim layanan yang diterapkan KSB Maju layanan kesehatan hingga ke lokasi, dapat memberikan manfaat yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Artinya sistim layanan yang tersedia ini harus diintegrasikan dengan sistim layanan kesehatan. Agar pelaksanaannya tidak berjalan sendiri-sendiri. Karena itu penting data pasien dihubungkan melalui satu data. Sehingga data pasien dapat diakses antar fasilitas kesehatan guna mempercepat penanganan pasien rujukan ke fasilitas kesehatan. Rumah Sakit maupun Puskesmas.
Bupati menambahkan, peningkatan sistim layanan TRC Ambulance yang dikembangkan ini. Tentunya harus diikuti peningkatan kemampuan dan kapasitas petugas maupun tenaga TRC Ambulance menghadapi kondisi emergency di lapangan.
Di tempat yang sama Kepala Dikes dr.Carlof menyampaikan, program KSB Maju Kesehatan layanan TRC Ambulance Puskesmas dalam memberikan layanan pengobatan dan berobat serta rujukan pasien berkembang saat pesat. Perkembangannya diikuti peningkatan jenis layanan dan sistim layanan bagi masyarakat maupun pasien yang terus dikembangkan Dikes selama satu tahun terakhir ini, sejak program ini diluncurkan sekitar bulan Mei tahun 2025 lalu. Hingga kini layanan TRC Ambulance Puskesmas, menjadi salah satu jenis layanan kesehatan yang dekat dengan kebutuhan pasien. Umumnya masyarakat KSB.
Dengan dibukanya akses sistim layanan kesehatan yang diterapkan ini tingkat layanan semakin meningkat. Ini menunjukan kesadaran masyarakat mejaga dan merawat kesehatan semakin meningkat.
Sebab katanya, pelayanan yang dilayani TRC Ambulance Puskesmas, tidak hanya melayani penangan kegawatdaruratan atau emergency. Melainkan pada tahun 2026 ini layanan TRC Ambulance Puskesmas didominasi layanan non emergency. Mencapai 85,9 persen sebanyak 12,53 persen kunjungan layanan kesehatan terjangkau. Sedangkan layanan emergency hingga saat ini sekitar 1,56 persen kasus.
Sejak 2026 jenis penyakit yang ditangani oleh petugas TRC Ambulance didominasi Hipertensi dan diabetes melitus .
”Dua jenis penyakit ini yang paling banyak ditangani,” katanya.
Kondisi tersebut katanya, menunjukan kebutuhan pelayanan penyakit tidak menular yang membutuhkan penanganan langsung di tengah masyarakat cukup tinggi.
Dari data itu kata pejabat inovatif ini siaga Prima KSB salah satu upaya menjawab kebutuhan akan pelayanan kesehatan TRC Ambulance bagi pasien umumnya warga masyarakat KSB. Karena sistim layanan aplikasi ini menyiapkan tiga kekuatan utama. Adalah siaga data, siaga sistem, dan siaga layanan.
Diimana kata dia, siaga data mengintegrasikan informasi kesehatan menjadi peta risiko berbasis Aplikasi KSB Maju. Siaga sistem memperkuat koordinasi TRC Ambulans melalui Command Center dalam satu komando.
Sedangkan siaga layanan mendorong pelayanan yang lebih proaktif dengan melibatkan Puskesmas Pembantu (Pustu) sebagai first responder di wilayah yang jauh dari Puskesmas.
Peningkatan sistim layanan TRC Ambulance Puskesmas. Diikuti peningkatan kapasitas dan SDM petugas medis dan kesehatan serta tenaga TRC Ambulance dari segala aspek dan jenis layanan kesehatan. Bahkan guna memastikan penerapan layanan tenaga medis dan kesehatan serta petugas TRC Ambulance Dinas Kesehatan menggelar lomba TRC Compotition yang diikuti oleh petugas TRC Ambulance semua Puskesmas (Sepuluh Puskesmas,red) dari delapan kecamatan yang ada di KSB.
DIdalam kegiatan itu peserta dilakukan peningkatan kapasitas petugas TRC Ambulans melalui pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) dan Wound Care (Perawatan Luka).
Dan sejumlah kegiatan praktek lain penanganan pasien yang dipertandingkan.
Selain dihadiri Kepala Puskesmas Se-KSB dsn sejumlah pejabat lingkup Pemda Sumbawa Barat launching sistim layanan Siaga Prima KSB dan TRC Ambulance Satu Komando turut dihadiri oleh Direktur Emergency Link Indonesia. (IM)


COMMENTS