SUMBAWA BARAT- Dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan, OJK Provinsi NTB bersama Bank Indonesia dan 14 Lembaga Jasa Keuangan menggelar Pasar Keuangan Rakyat (PKR) yang dilaksanakan pada 27-29 Oktober 2023 di Kabupaten Sumbawa Barat.
PKR ini merupakan kegiatan pameran atau ekspo lembaga jasa Keuangan yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Provinsi NTB 2023 yang diramaikan oleh 32 stan UMKM.

PKR NTB 2023 ini juga dirangkai dengan pelaksanaan kegiatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Sumbawa Barat. Berupa pameran UMKM dan mendorong business matching antara UMKM dan Lembaga Jasa Keuangan. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat khususnya sektor UMKM.
Dalam kegiatan ini, BRI Cabang Sumbawa muncul dengan trobosannya. BRI Cabang Sumbawa berhasil mengakuisisi Business Matching kepada salah satu pengusaha UMKM kabupaten Sumbawa Barat yaitu Ibu Yulianti. Ibu Yulianti merupakan nasabah yg bergerak di UMKM dengan usaha perdagangan sembako dan catering.
Dalam penyerahan simbolis business matching tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Eksekutif Pengawas perasuransian,penjaminan dan dana pensiun OJK, Ogi Prastomiyono. Hadir juga Kepala OJK Perwakilan NTB, Rico Rinaldi. Kepala Biro perekonomian Setda Provinsi NTB, Wirajaya Kusuma. Hadir juga
Bupati dan wakil bupati Sumbawa Barat H. W. Musyafirin- Fud Syaifuddin.
“Alhamdulillah kami berhasil mengakuisisi Bussiness Matching salah satu pelaku UMKM yang ada di KSB,” kata Pinca BRI Sumbawa, Grievan Dwi Okta kepada media.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono dalam sambutannya menyampaikan bahwa indeks literasi keuangan masyarakat NTB saat ini sebesar 65,45 persen. Angka tersebut di atas rata-rata nasional (peringkat 2 nasional) dan inklusi keuangan sebesar 82,34 persen.
“Perluasan akses keuangan merupakan salah satu strategi yang efektif untuk menurunkan tingkat kemiskinan dan meningkatkan stabilitas sistem keuangan. Melalui akses pembiayaan yang mudah dan murah, penciptaan pusat-pusat kegiatan ekonomi baru di berbagai daerah akan dapat terwujud,” kata Ogi.

Ogi berharap melalui penyelenggaraan PKR, masyarakat dapat mengenali lembaga jasa keuangan yang legal. Beserta ragam produk layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
“Pemahaman yang baik ini juga menjadi modal bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat untuk menghindari berbagai penawaran investasi ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat,” tambah Ogi.
Adapun Rangkaian kegiatan PKR yang digelar yakni, sosialisasi waspada investasi ilegal kepada 1000 ASN di lingkungan Kabupaten
Sumbawa Barat. Kegiatan
edukasi dan talkshow oleh industri jasa Keuangan. Termasuk berbagai kegiatan dan lomba lainnya. Seperti lomba mewarnai, lomba fashion show, lomba industri jasa keuangan idol, jalan sehat, operasi pasar murah dan pembagian doorprize di puncak kegiatan. (IM)


COMMENTS