Sumbawa (15 Juli 2025)- Anggota DPRD Sumbawa dari Fraksi Gerindra, Andi Rusni, kembali menyuarakan kegelisahan mendalam atas maraknya aksi pembalakan liar (illegal logging) di kawasan hutan Batulanteh. Pasalnya, Andis kembali mendapat laporan adanya aksi ilegal logging ini. Ia menyebut peristiwa ini sebagai ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat Sumbawa, khususnya warga Kota Sumbawa.
Andi Rusni menyebutkan, dari laporan yang diterimanya bahwa aksi perusakan hutan kali ini dilakukan secara brutal dan terang-terangan. Ia bahkan menyebut para pelaku seolah menampar dan meludahi aparat serta pemerintah yang selama ini dinilai tidak tegas.
Ia menjelaskan, camat Batulanteh sebenarnya sudah mengetahui adanya rencana aktivitas ilegal tersebut. Pelaku bahkan disebut telah menghubungi camat sebelum masuk ke kawasan hutan. Meskipun camat menolak, aksi pembalakan tetap dilakukan. Hal ini, kata Andi, menunjukkan lemahnya wibawa pemerintah di mata para pelaku.
“Camat dianggap bukan bagian dari negara. Simbol negara pun diinjak-injak. Hutan lindung dirusak, papan peringatan dicabut, jalan dibuka tanpa izin. Modus lama: buka jalan, curi kayu,” katanya.
Tak hanya camat, KPH Batulanteh juga tak luput dari sorotannya. Ia menyebut sudah ada laporan dari staf di lapangan, namun kepala KPH justru bungkam dan tak mengambil tindakan.
“Mungkin kaki, tangan, dan mulutnya sudah diikat dengan lembaran,” sindirnya tajam.
Ia pun menyoroti peran kepala desa yang menurutnya tidak mengetahui apa pun, padahal kayu-kayu hasil jarahan pasti akan melewati desa tersebut.
Dalam narasinya yang emosional, Andi Rusni menyebut bahwa pemerintah telah gagal menjalankan fungsinya sebagai pelindung rakyat dan penegak hukum.
“Kalau satu pelaku saja tidak mampu ditindak, bagaimana kalau rakyat frustasi dan ramai-ramai menjarah hutan? Negara kalah melawan cecunguk seperti ini?”
Ia mengingatkan, kejadian ini bukan yang pertama. Beberapa bulan lalu, kasus serupa terjadi di kawasan hutan Desa Luk. Kala itu, ia bahkan turun langsung mengingatkan pemerintah bahwa ada tanda-tanda akan terjadi pembalakan liar.
“Saya sudah beri peringatan sejak April. Tapi sekarang benar-benar terjadi. Hutan dijarah, negara diam.” katanya.
Dengan penuh keprihatinan, Andi Rusni menutup pernyataannya dengan doa dan seruan kepada para pemimpin nasional, dari Presiden RI Prabowo Subianto hingga jajaran kepala daerah dan aparat penegak hukum.
“Yth. Presiden RI Prabowo Subianto, Yth. Menteri Kehutanan, Kapolri, Panglima TNI, Gubernur NTB, Bupati Sumbawa, Ketua DPRD – Lihat dan dengarlah! Ini jeritan rakyat yang kecewa. Ini suara dari negeri yang kian kabur masa depannya.” kata Andis.
Seruan keras ini menjadi tamparan bagi semua pihak terkait. Kini publik menanti, adakah ketegasan dari pemerintah untuk menjawab keprihatinan ini? Ataukah hutan-hutan Batulanteh akan dibiarkan musnah sedikit demi sedikit oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab. (IM)


COMMENTS