SUMBAWA (19 Juli 2025) -Pemerintah daerah (Pemda) Sumbawa akan melakukan evaluasi terhadap skema belanja modal yang selama ini dijalankan. Belanja modal harus lebih adaptif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat serta mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Belanja modal selama ini dinilai belum sepenuhnya efektif dalam menciptakan daya ungkit terhadap sektor riil. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk merancang skema belanja modal yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mempertimbangkan nilai strategis dan potensi multiplier effect terhadap perekonomian masyarakat.
Ke depan kata Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori,Pemda akan memprioritaskan proyek-proyek strategis yang menyentuh langsung aktivitas ekonomi masyarakat. Beberapa contoh proyek yang menjadi prioritas meliputi pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat, pengembangan sistem irigasi pertanian, serta pembangunan infrastruktur penunjang kawasan produktif seperti jalan usaha tani dan sentra industri kecil menengah (IKM).
Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat fondasi ekonomi lokal dan mendorong kemandirian daerah. Selain itu, fokus pada sektor-sektor produktif juga diharapkan mampu meningkatkan serapan tenaga kerja serta menciptakan rantai pasok yang lebih kuat di tingkat lokal.
Pemerintah daerah juga mendorong penggunaan pendekatan perencanaan yang lebih partisipatif, dengan melibatkan pelaku usaha lokal, petani, dan pelaku UMKM dalam proses perencanaan belanja modal. Tujuannya, agar proyek-proyek yang dibiayai melalui APBD benar-benar selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.
Dengan arah kebijakan ini, belanja modal tidak hanya menjadi instrumen pembangunan fisik, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat daerah secara berkelanjutan. (IM)


COMMENTS