SUMBAWA – Pasangan calon kepala daerah Kabupaten Sumbawa, Jarot dan Ansori, mengungkapkan komitmen mereka untuk meningkatkan pengelolaan insentif untuk hukum masjid dalam rangkaian sosialisasi visi dan misi yang berlangsung di beberapa lokasi. Pernyataan ini diungkapkan sebagai bagian dari upaya mereka untuk memastikan bahwa bantuan dan dukungan yang diberikan kepada hukum masjid dapat tepat sasaran dan merata.
Dalam rangka menghadiri undangan sosialisasi yang diadakan di berbagai tempat, Jarot dan Ansori menekankan pentingnya pemerataan dalam pengelolaan insentif tersebut. Mereka menggarisbawahi bahwa salah satu prioritas utama mereka adalah memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan untuk hukum masjid harus merata dan dirasakan secara luas.
Jarot, calon bupati Sumbawa, menjelaskan, pengelolaan insentif untuk hukum masjid memerlukan sistem yang jelas dan terstruktur. Kami berkomitmen untuk memperbaiki mekanisme yang ada, sehingga setiap bantuan yang diberikan dapat dirasakan manfaatnya. Tidak boleh pilih kasih, semua wajib diberikan insentif.
Ansori, calon wakil bupati, menambahkan bahwa mereka juga akan melibatkan tokoh agama dan masyarakat dalam pengawasan dan evaluasi penggunaan insentif.
“Kami percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan pengelolaan yang efektif. Dengan melibatkan berbagai pihak, kami berharap dapat memastikan bahwa bantuan untuk hukum masjid benar-benar memenuhi kebutuhan mereka dan tidak tersalur kepada pihak yang tidak berhak,” ujar Ansori.
Selama sosialisasi, pasangan Jarot-Ansori juga mendengarkan berbagai masukan dan saran dari masyarakat mengenai pengelolaan insentif ini.
Beberapa peserta mengungkapkan harapan mereka agar ada mekanisme pelaporan yang jelas dan mudah diakses oleh masyarakat untuk melaporkan penyimpangan atau ketidaksesuaian dalam penggunaan insentif.
Dukungan masyarakat terhadap komitmen ini terlihat sangat positif. Banyak warga yang berharap bahwa perubahan yang diusulkan akan membawa perbaikan nyata dalam pengelolaan dana keagamaan dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Jarot dan Ansori berharap bahwa dengan penerapan sistem yang lebih baik dalam pengelolaan insentif, mereka dapat memperkuat peran hukum masjid dalam masyarakat dan mendukung kegiatan keagamaan serta sosial dengan lebih efektif. Komitmen ini merupakan bagian dari visi mereka untuk menciptakan pemerintahan yang lebih responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dengan antusiasme masyarakat yang terus berkembang, pasangan Jarot-Ansori semakin siap untuk mewujudkan janji-janji mereka dan menghadapi tantangan pemilihan mendatang dengan penuh percaya diri.


COMMENTS