SUMBAWA- Terhadap realisasi pendapatan asli daerah (PAD), Fraksi PDI Perjuangan memandang bahwa target pendapatan asli daerah Kabupaten Sumbawa masih terdapat selisih dari jumlah realisasi sebesar 96,82 persen.
“Kami menggambarkan bahwa masih tidak sejalannya dengan potensi daerah yang kita miliki dengan potensi riil yang dimiliki oleh daerah kita,” Demikian disampaikan Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan Dra. Saidatul Kamila Djibril dalam Rapat Paripurna 2 DPRD Sumbawa dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Sumbawa atas Penjelasan Bupati Sumbawa terhadap Tiga Ranperda Tahun 2023, Senin (10/7/23).
Sehingga lanjutnya, optimalisasi percepatan pembangunan daerah menjadi permasalahan yang berulangulang dikarenakan ketergantungan fiskal daerah kepada pemerintah pusat.
Fraksi PDIP meminta kepada pemerintah daerah untuk senantiasa menggali dan memaksimalkan sumberdaya potensial daerah yang ada. Mengingat masih banyaknya sektor pembangunan yang terabaikan dan tidak masuk dalam APBD.
Terutama pembangunan yang menyangkut dengan kepentingan umum dan hajat hidup orang banyak. Seperti optimalisai sektor infrastruktur jalan yang banyak menjadi sorotan dan keluhan di tengah-tengah masyarakat.
“Fraksi kami memandang bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan pondasi dasar dalam segala sektor kepentingan umum masyarakat baik ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan pelayanan publik maupun politik,” ujar politisi ramah ini. (IM)


COMMENTS