HomeKesehatan

Mengadu ke Dewan, Para Dokter Tuntut Dirut RSUD Sumbawa Mundur

Mengadu ke Dewan, Para Dokter Tuntut Dirut RSUD Sumbawa Mundur

Nonaktifkan Dirut RSUD, Baru Audit Keuangan
Dirut RSUD Sumbawa Diganti
Sejumlah Fraksi Minta Dirut RSUD Sumbawa Dievaluasi

SUMBAWA- Sejumlah Dokter dan perawat RSUD Sumbawa mendatangi DPRD Sumbawa, Rabu (18/1/23). Kedatangan mereka untuk mengadukan sejumlah persoalan yang menurut mereka itu disebabkan oleh Direktur RSUD Sumbawa dr. Dede Hasan Basri.

Antusias para pahlawan kesehatan ini diterima langsung jajaran komisi teknis, Komisi IV DPRD Sumbawa. Ada juga Ketua Komisi III.

Ketua Komite medis RSUD Sumbawa dr. Iwan dalam paparannya dihadapan para anggota DPRD Sumbawa, menyampaikan dia bersama puluhan dokter spesialis yang bertugas di RSUD Sumbawa sudah menempuh berbagi upaya.

“Yang menjadi masalah saat ini adalah dari tahun Ketahun kami selalu kehilangan dokter jantung dan mata. Dua dokter tersebut tidak puas dengan kinerja Direktur, “ungkapnya.

Iwan mengungkapkan bahwa ada 28 dokter spesialis yang datang hari ini ke DPRD untuk melakukan hearing. Dan semuanya menuntut hak mereka yaitu belum di bayarnya jasa mereka oleh direktur.

Begitu juga disampaikan dr. Herumanuddin. Menurutnya sesuai dengan Perbup Nomor 17 pasal 17 tentang jasa pelayanan, disebutkan bahwa 60 persen untuk operasional dan 40 persen untuk jasa pelayanan. Namun hal tersebut belum dilakukan pembayaran oleh direktut dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ini.
Sejumlah jasa pelayanan dimaksud, seperti Jasa pelayanan umum yang belum dibayar, Jasa pelayanan bansos belum dibayar Jasa pelayanan BPJS Agustus 2022 hingga saat ini belum dibayarkan, Jasa pendingan BPJS, Insentif untuk dokter dan karyawan September hingga Desember 2022, jaasa pelayanan covid dari 2021 hingga 2022 hingga jampersal tidak dibayarkan.

Selain soal pemenuhan hak, ia juga mengadukan terkait kondisi hutang RSUD Sumbawa yang mencapai sekitar Rp 50 miliar. Atas kondisi tersebut, ia meminta agar RSUD Sumbawa diaudit oleh tim eksternal.

“Karena tingginya hutang berpengaruh pada pembelian obat – obatan. Jadi, jika ingin RSUD ini baik tolong diselamatkan,” pintanya.

Selain itu juga Heru menyebutkan bahwa RSUD Sumbawa saat ini seperti mati suri. “Hidup tapi tidak bernyawa”.

“Oleh karena itu kami minta Direktur dinonaktifkan saja dan kami minta agar bentuk tim khusus dari pemda, “pangkasnya.
Hal senada juga disampaikan Arifuddin. Karena masalah ini sangat serius, sehingga saat ini semua dokter hadir di sini.
“Dan saya rasa tidak ada pelayanan hari ini. Oleh karena itu Direktur diberhentikan saja. Karena Setiap kami meminta hak, kami selalu diancam. Jadi yang kami dapatkan di RSUD itu adalah 0,0 persen,”akunya.
Hal senada juga dikatakan oleh dr. Reno bahwa dirinya setuju jika Direktur dicopot dari Jabatannya.
“Jika ingin rumah sakit sehat maka Direktur harus dicopot. Dan saya setuju itu, ” Singkatnya.
Sementara itu ketua Komisi III Hamzah Abdullah sangat setuju jika Direktur RSUD Sumbawa dicopot dari jabatannya.
“Saya adalah salah satu anggota dewan yang getol mempertanyakan tentang Direktur RSUD. Jadi dukung teman – teman untuk mencopot Direktur RSUD Sumbawa, ” Tegas politis Gerindra ini.
Selain itu juga Hamzah meminta agar dibentuk pansus terhadap persoalan yang ada di RSUD Sumbawa” Singkatnya.
Hal senada juga dikatakan ketua Komisi V DPRD Sumbawa Ismail Mustram, bahwa dirinya akan turun dengan Komisi III.
“Apa yang diharapkan oleh teman – teman insa Allah akan kita perjuangkan. Dan kami ingin RSUD ini baik,” katanya.

Direktur RSUD Simbawa, dr. Dede yang berupa dikonfirmasi media ini belum merespon. Pesan singkat yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp juga belum dibalas. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0