HomeSosial

Cafe Sampar Maras Kembali Beroperasi, MUI Sesalkan Sikap Pemerintah

Cafe Sampar Maras Kembali Beroperasi,  MUI Sesalkan Sikap Pemerintah

MUI Sumbawa Beri Pelatihan Imam Masjid Kecamatan dan Desa se-Kabupaten Sumbawa
Musda MUI Sukses, Ketua Panitia Repi S : Terimakasih atas Support Semua Pihak
MUI Sumbawa Siap Gelar Musda, Ini Rangkaian Kegiatannya

SUMBAWA-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumbawa, Kamis, 15 Desember 2022, menggelar rapat pengurus di Kantor MUI Kab. Sumbawa. Rapat tersebut kembali menyoroti aktivitas Cafe Sampar Maras yang telah kembali beroperasi setelah beberapa waktu yang lalu sekitar tahun 2021 dinyatakan ditutup oleh pemerintah daerah.
Sorotan MUI Kabupaten Sumbawa, kembali muncul karena banyaknya keluhan dan aduan masyarakat, terutama sekali berkaitan dengan dikhawatirkan merebaknya penyakit HIV AIDS
Hal ini cukup beralasan, karena Kami menerima informasi valid berkaitan dengan kasus HIV AIDS yang mengidap para pekerja di sana (Kafe Sampar Maras)
Ketua Umum MUI Kabupaten Sumbawa, Dea Guru Syukri Rahmat, bersama para pengurus MUI Kabupaten Sumbawa sangat menyesalkan sikap pemerintah, yang seoalah-olah menutup mata dengan masalah yang begitu rentan tersebut.
“Belum cukup kah menjadi pelajaran buat Kita semua Tau Samawa, negeri berperadaban ini, orang mati tidak karuan gara-gara kehidupan cafe…Keributan yang hampir menjurus ke persoalan SARA juga bermula dari kafe (Batu Gong),”sesalnya.
“Tetapi kenapa hal ini terus menerus dibiarkan?Pertanyaan Kami di MUI Kabupaten Sumbawa ? Ada apa dengan pemerintah daerah ??,” tanya dia.

Lalu, yang sangat disesalkan juga menurutnya, berdasarkan informasi terpercaya kepada MUI, bahwa, Cafe Sampar Maras, serta beberapa tempat hiburan gelap, patut diduga dijaga oleh oknum aparat.

“Ini kan semakin tidak karuan. Oleh karena itu, kmai yang juga Ketua Dewan Syara’ Lembawa Adat Tana Samawa berharap kepada pemerintah daerah untuk dengan bersungguh-sungguh memperlihatkan komitmennya menjaga Samawa ini dari segala bentuk praktik yang akan membawa bencana dan malapetaka tersebut,” harapnya.

“Mohon lah. Masa dibiarkan terus menerus Sumbawa seperti ini…Harus menunggu korban lagi ??? Kita ini, kebanyakan acara-acara serimonial. Sementara kejadian-kejadian busuk di balik itu, sepertinya Kita tutup mata,” tandasnya.

Oleh karena itu, MUI berharap, jika pemerintah benar-benar mempunyai perhatian dan bersungguh-sungguh dengan hati yang tulus ikhlas ingin membangun dan menjaga daerah ini, maka mari, menutup Sampar Maras.
“ Ratakan dengan tanah, sesuai statemen pemerintah saat menyegel Sampar Maras setahun yang lalu itu “Demikian harapan Dea Guru Syukri Rahmat, mewakili MUI Kabupaten Sumbawa.

Hadir pada rapat MUI Kab. Sumbawa, selain ketua umum, juga hadir wakil ketua umum Dea Guru H. Faisal Salim, beberapa Wakil Ketua antara lain; DGH. Ahmad Jam’an, MY, DGH. Lahmuddin, Ustadz Ahmad Syaichu Rauf, Sekretaris Umum MUI Kab. Sumbawa Ustadz Sulkifli, S. Ag., M.Si. Drs. Arif, M. Si, Ust. Lutfi Makki, S. Sos, Ustadz Nurdin, S. Ag., Ustadz Adiat Hasan, Ust. Yayan, Repi S, Muslimin, Ust. Ali Murtadha, dan Hendra Julianto, Ustadz. H. Khairuddin. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
error: Content is protected !!