HomePolitik

50 Tahun Petani Usar Menderita, Ketua DPRD Turun Tangan

50 Tahun Petani Usar Menderita, Ketua DPRD Turun Tangan

Drs. Mohamad Ansori Waka 1 DPRD Sumbawa Bantu Pembangunan Talud di Kelurahan Lempeh
Sejumlah Aspirasi Warga Raberas Diserap Ridwan – Sekretaris Komisi II DPRD Sumbawa
Songsong Pemilu 2024, Ini Persiapan KPU Sumbawa

SUMBAWA -Aspirasi warga di tiga dusun wilayah Desa Usar, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa yang meminta pemerintah untuk membangun jalan penghubung dari perkampungan ke lahan pertanian, direspon

Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafik SH. Menindaklanjuti permintaan ini, Rafik yang juga Ketua DPC PDIP Sumbawa ini turun ke lapangan, Sabtu (11/9) siang. Mengajak serta sejumlah wartawan, Rafik mendengar langsung keluhan warga dan melihat dari dekat kondisi jembatan limpas yang dibangun warga secara swadaya dan sederhana. Untuk mencapai lokasi yang berjarak sekitar 4 kilometer ini, Rafik meminjam sepeda motor warga menelusuri jalan berbatu dan berdebu. Namun jika musim hujan, jalan itu berlumpur dan berkubang. Sampai di lokasi, Ketua DPRD disambut Bhabinkamtibmas Desa Usar Brigadir Zainal, Anggota BPD, kelompok tani dan tokoh masyarakat.
Anggota BPD Desa Usar, Joni Hariono mengatakan, sudah 50 tahun masyarakat Dusun Pamunga, Dusun Olat Rora dan Dusun Geratak yang sebagian besar sebagai petani ini, kesulitan mengangkut hasil pertaniannya. Pasalnya, keberadaan jalan yang tidak mendukung dan tidak adanya jembatan penghubung dari perkampungan ke lahan pertanian. Selama ini mereka hanya mengandalkan sepeda motor untuk mengangkut hasil pertanian, yang dinilai tidak hemat waktu dan biaya. Terkadang untuk mencapai lokasi yang bisa diakses kendaraan roda dua, mereka terpaksa memikulnya dengan jarak sekitar 1-2 kilometer.
Persoalan masyarakat ini diakui Joni, sebenarnya sudah seringkali disampaikan baik melalui Musrembangdes, hingga langsung kepada para pejabat daerah yang berkunjung ke Desa Usar. Tapi aspirasi itu belum direalisasikan. Daripada menunggu sesuatu yang belum pasti, warga di tiga dusun mengumpulkan dana dan bergotong-royong membuat jembatan limpas sederhana. Meski bersifat sementara, namun sedikit membantu mereka dalam mengangkut hasil pertanian yang berada di lahan seluas 200-an hektar ini.
Joni mengaku bersyukur dan berterima kasih dengan kedatangan Ketua DPRD Sumbawa. Mereka merasa ada setitik harapan persoalan yang sangat lama itu bisa terwujud. “Kedatangan Pak Ketua (DPRD) membuktikan adanya kehadiran pemerintah di tengah-tengah kami,” ucap Joni.
Ia berharap jalan dan jembatan penghubung dari desa ke lahan warga bisa segera dibangun. Dengan keberadaan jalan itu bukan hanya masyarakat Usar yang merasakan manfaatnya, tapi juga masyarakat SP1, SP2 dan SP3. “Kalau ada jalan ini, tembus langsung ke SP3. Ini menjadi jalan lingkar yang bisa dimanfaatkan oleh beberapa desa. Ibarat sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui,” ujar Joni.
Sementara Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafik SH mengaku turun ke lapangan setelah mendapatkan informasi dari pemberitaan media massa (samawarea.com). Dengan turun lapangan, pihaknya dapat mengetahui kondisi sebenarnya. “Memang sangat memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian,” kata politisi low profil ini.
Rafik mengakui lahan setempat sangat luas, namun petani hanya bisa panen sekali karena lahan tadah langit. Karena itu dengan adanya konektifitas dengan dibangun akses jalan, tidak hanya difokuskan untuk lahan pertanian, melainkan juga akan tumbuh sektor-sektor lain dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat. “Bisa saja peternakan dan sektor lainnya yang bisa menjadi alternative bagi masyarakat dalam berusaha,” imbuhnya.
Untuk memenuhi harapan masyarakat ini, pihaknya akan mengundang anggota DPRD dari daerah pemilihan (Dapil) Empang, Tarano, Plampang dan Maronge. “Ini tidak bisa sendiri harus dilakukan bersama karena butuh biaya besar. Saya akan undang wakil rakyat dari Dapil ini, kita gotong-royong,” tandasnya.
Kendati demikian, sambung Rafik, lahan yang digunakan untuk membangun jalan harus clean and clear. “Jadi saya minta lahan yang digunakan untuk akses jalan selesai secara administrasi. Ada surat hibah tanah dari pemilik lahan yang terdampak pembangunan jalan. Ini penting agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Nanti saya juga mengundang kepala desa, BPD dan lainnya, agar masalah ini secepatnya bisa ditangani,” pungkasnya. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: