HomePemerintahan

Dikes Segera Panggil Kontraktor Proyek Puskesmas Alas dan Tarano

Dikes Segera Panggil Kontraktor Proyek Puskesmas Alas dan Tarano

Kualitas Air Sungai di Sumbawa Akan Dipantau Secara Online
Ini 20 Desa  yang Gelar Pilkades
Tersisa 400 Jiwa, Pencairan Jadup di Kabupaten Sumbawa Segera Tuntas

SUMBAWA – Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa menjadwalkan pemanggilan kontraktor dan konsultan pengawas pembangunan Puskesmas Alas dan Tarano.

Pemanggilan dijadwalkan pada Kamis (26/8). Pemanggilan ini dilakukan dalam rangka evaluasi menyusul progres pengerjaan yang masih di bawah 25 persen.

”Tanggal 26 saya memanggil kontraktor dan konsultan pengawas untuk mengevaluasi progres pengerjaannya sampai dengan 2 bulan kontrak ini. Kita nanti akan prediksi Desember akan mencapai berapa persen,” kata Sekretaris Dikes Kabupaten Sumbawa, A. Malik, Rabu (25/8) di Sumbawa.

Kata Malik, saat ini sedang proses pengerjaan struktur bangunan. Seperti pondasi dan sebagainya. Jika struktur ini selesai, pihaknya meyakini persentase pembangunannya akan tersusul.

”Kalau menurut skejul mereka belum terget 25 persen. memang susah karena berbicara struktur, kalau struktur sudah selesai, maka persentase akan terkejar karena memasang bahan pabrikasi semua, seperti kusen, atap, plafon, keramik. Tapi diawal ini sangat susah mencapai 25 karena struktur bangunan,” terangnya kepada wartawan.

Melihat sisa waktu yang ada, pihaknya tetap optimis pembangunan bisa rampung sesuai jadwal yakni Desember mendatang. Sehingga, bisa dimanfaatkan paling lambat awal tahun 2022.

“Diharapkan sampai dengan Desember, 2 puskesmas ini sudah bisa dimanfaatkan, minimal 1 januari 2022. Itu rencana kita sehingga masyarakat bisa menikmati awal-awal tahun 2022,” ungkapnya.

Terhadap pembangunan dua puskesmas ini, dirinya berharap agar masyarakat melihat dan mengawasi kondisi di lapangan. Jika ditemukan adanya hal-hal yang tidak diinginkan, maka segera sampaikan kepada Dinas.

“Apapun bentuknya harus dikomunikasikan kepada kita sebagai user kalau terjadi hal-hal yang dianggap menyimpang. Supaya saya sebagai PPK bisa menegur konsultan dan kontraktor,” pungkasnya. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0