HomePemerintahan

Terus Dorong Industrialisasi Pangan Lokal

Terus Dorong Industrialisasi  Pangan Lokal

Rencana Shalat Ied Dibahas
Puluhan Desa akan Gelar Seleksi Tambahan
Dispussip Butuh Tambahan Armada

SUMBAWA – Kabupaten Sumbawa merupakan daerah yang kaya dengan keragaman sumber daya pangannya. Namun, belum semua bisa dikembangkan secara optimal untuk mendatangkan nilai tambah. Misalnya pangan lokal, seperti jagung, ubi ataupun madu. Pangan ini masih dijual dalam bentuk bakunya.

Untuk itu, Dinas Pangan Sumbawa terus mendorong seluruh desa untuk mulai berkompetisi dan berinovasi dalam mengembangkan pangan lokal yang dimiliki. Sehingga tidak lagi menjual pangan lokal dalam bentuk baku. Inovasi meracik pangan lokal menjadi produk menarik, akan mendatang nilai tambah, sehingga pada akhirnya akan mendongkrak derajat ekonomi masyarakat.

Salah satu desa yang sudah memulai adalah Desa Suka Mulya Kecamatan Labangka. Desa penghasil jagung ini, merupakan salah satu desa sasaran penerima Program Desa Mandiri Pangan (Demapan).

Kepala Dinas Pangan Sumbawa Ir. Syafruddin Nur, mengatakan, melalui pendampingan yang dilakukan, Desa Suka Mulya sudah mulai memproduksi Emping Jagung. Bahkan produknya sudah bisa dikirim tidak hanya di sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Sumbawa, namun hingga Pulau Lombok. Rata-rata produksi/hari bisa sampai 15 kg.

“Mereka beli bahan baku (jagung) perkilonya sekitar¬† Rp. 3.500. Namun setelah menjadi emping jagung dengan kemasan yang menarik dan rasa yang baik, perkilonya bisa dijual Rp. 50 ribu,” jelasnya.

Produk Emping ini menurutnya diterima baik oleh pasar. Lantaran jaminan kualitasnya yang tidak menggunakan bahan pengawet. Ke depan, pihaknya terus mendorong peningkatan kuantitas produksi dengan menambah mesin pengolahan Emping.

Sebelumnya, melalui Demapan, pihaknya juga telah fokus melakukan pendampingan dan pembinaan di Desa Kelungkung Kecamatan Batu Lanteh. Ada sejumlah potensi pangan lokal yang bisa disulap menjadi produk olahan. Seperti Ubi, Jagung, Madu dan panganan jajanan lokal. Pihaknya pun sudah memberikan pelatihan kepada kelompok masyarakat setempat.

“Ini sesuai dengan pesan Pak Gubernur yang selalu menekankan industrialisasi untuk menciptakan nilai tambah atas keragaman pangan lokal Sumbawa,” pungkasnya. (IM1)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0