HomeKSB

Jalan Lingkar Selatan Longsor Puluhan Meter

Jalan Lingkar Selatan Longsor Puluhan Meter

Hewan Ternak Berkeliaran dan Memgancam Pengguna Jalan, Dewan Minta Pemda Bersikap
DPRD Sumbawa Terima Kunjungan DPRD KSB
Dewan Setujui Ranperda Pelaksanaan APBD 2023

SUMBAWA BARAT, intanmedia.com – Jalan lingkar selatan menuju Desa Tolong Baru, Kecamatan Sekongkang , Kabupaten Sumbawa Barat kembali terjang longsor akibat hujan yang terjadi beberapa hari terakhir ini.
Kepala Desa Talonang Baru Budi Haryo yang dihubungi, membenarkan akses transportasi satu-satung yang digunakan warga ditutupi material longsor sekitar 25 Meter. Lokasinya Liang Tsih dan air terjun.
Akibat material longsor akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan sekitar 6 jam, sebelum material lumpur dibersihkan secara gotorong bersama warga dan aparat yang ada di Desa Talonang Baru
Meski sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun warga umumnya penguna jalan, khawatir jika dititik terjadi longsor tidak ditangani segera dengan mengunakan alat beratakan kalan akan putus.
Sebab kata kades, tebing penahan bahu jalal ambrol dihantam air gunung. Karena drainase jalan sudah tertutup material lumpur. ”Kalau tidak segera ditangani. Kita khawatir jalan akan putus,” katanya.
Karenanya sebelum jalan milik Pemprov NTB yang menghubungkan dengan Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa putus, dia berharap Pemprov NTB turun mengecek kondisi jalan ke lokasi untuk ditangani segera.
Sebab jalan lingkar selatan, selama ini tidak hanya digunakan oleh warga Desa Talonang Baru dan umumnya masyarakat KSB. Melainkan, juga digunakan warga Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa.
Selama musim penghujan Kades berharap, pemerintah menempatkan alat berat di sekitar jalan lingkar selatan, guna penanganan cepat saat terjadi longsor.
Sebab dikhawatir, selama musim. Terutama saat puncak penghujan hal yang sama terjadi di lokasi lain. Karena kondisi jalan lingkar selatan di tengah gunung.
”Kita harap selama musim penghujan pemerintah menempatkan alat berat di jalan lingkar selatan,” harapnya.
Sebab, pembersihan material lumpur secara manual secara bergotong royong tidak bisa maksimal. Karena hanya membersihkan material lumpur di badan jalan, dan memotong kayu tumbang membentang bahu jalan. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: