Sumbawa Barat (5 Oktober 2026) – Program KSB Maju Luar Biasa, dituangkan sejumlahi kebijakan strategis daerah di bawah kepemimpinan Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah dan Wakil Bupati Hj. Hanipah, mulai direalisasikan. Salah satunya Hilirisasi Hortikultura. Program di bawah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu, Dinas Pertanian direalisasikan tahun 2026.
Kepala Dinas Pertanian (Distan), melalui Kepala Bidang Produksi Pertanian, Muhamad Syamsul Rizal saat diwawancara media di ruang kerjanya, menjelaskan, dari berberap jenis tanaman hilirisasi hortikultura, tahap awal yang dikembangkan adalah tanaman jenis kakao menyasar tujuh kelompok tani yang tersebar disejumlah lokasi. Diantaranya, Desa Rarak Rongis, Kecamatan Brang Rea, Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano, Desa Talonang Baru, Kecamatan Sekongkang, dan sejumlah lokasi lain yang tersebar sejumlah kecamatsn dalam wilayah administratif KSB, dengan luas areal tanam
sekitar 175 Hektare (Ha).
penanamannya sendiri katanya, bantuan dari pemerintah.Koptan Koptan menyiapkan lahan. Sebab pengembangan tanaman kakao mendapat dukungan signifikan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kemantan) RI. Seperti bantuan penyediaan bibit berkualitas, biaya penanaman dan dukungan lainnya.
Ditambahkan, setelah penanaman tahap awal tujuh Koptan. Pemda Sumbawa Barat akan terus memperluas areal tanam. Sesuai usulan pengembangan area tanam kakao ke pemerintah pusat almencapai sekitar 5423 Ha. Lahan tersebut adalah Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang selama ini dikelola oleh 27 kelompok Perhutani Sosial dengan skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan kemitraan Kehutanan (Kulin-KK) yang berada dalam wilayah BKPH wilayah III.
”Untuk pengembangan tanaman Kakao Pemda Sumbawa Barat mengusulkan sekitar 5423 Ha areal tanam di lokasi HKm yang saat ini dikelola sebanyak 27 Kelompok perhutani Sosial yang tersebar di Kecamatan Brang Rea, Brang Ene, Seteluk dan Sekongkang serta Kecamatan Brang Ene,” jelasnya.
Terkait pengembangan area tanam kakao Pemda Sumbawa Barat berupaya mempermudahi kelompok tani. Tidak hanya menyediakan atau pengadaan bibit serta biaya lainnya seperti skema bantuan dari pemerintah pusat. Namun Pemda Sumbawa Barat berupaya penyediaan obat-obatan dan pupuk serta kebutuhan dukungan lain pemeliharaan dan perawatan tanaman kakao pasca tanam. Untuk bantuan sarana pendukung l obat-obatan dan pupuk serta sarana pendukung lainnya,i Pemda Sumbawa Barat telah membangun komunikasi dengan sejumlah pihak swasta. Diantaranya PTAMNT mendukung mensukseskan hilirisasi Hortikultura tanaman kakao. Pelibatan pihak swasta maupun mitra pembangunan lain KSB, tidak hanya diharapkan dukungan bantuan anggaran. Melainkan dukungan tehnis dan pendampingan hingga program ini berhasil menambah pendapatan ekonomi keluarga petani kakao.
Dalam hal pengembangan tanaman kakaoi salah satu ikon prroduk unggulan baru KSB ini. Tidak hanya merencanakan hingga masa panen. Melainkan hingga pemasaran. Agar produk yang hasilkan petani mendapati kepastian pasar yang jelas. Sehingga petani bisa memasarkan atau menjual produknya langsung ke pasar, tanpa melalui perantara atau tangkulak.
Sesuai rencana ini.besar kemungkinan untuk pengembangan hilirisasi hortikultura melibatkan investor.
Kalau pengembangan kakao berjalan sesuai rencana yang direncanakan Pemda Sumbawa Barat.kita optimis para investor tertarik berinvestasi menanamkan modalnya di KSB,” katanya optimis.
Karena itu dukungan masyarakat. Terutama anggota kelompok Perhutanan Sosial .mencapai sekitar 2.363 orang dari 27 kelompok secara bersama-bersama mensukseskan pengembangan tanaman kakao yang saat ini permintaan pasar global cukup tinggi.
Program KSB Maju luar Biasa didalamnya Hilirisasi Hortikultura yang merupakan kebijakan Bupati Sumbawa Barat H.Amar Nurmansyah,merupakan langkah Pemda Sumbawa Barat menciptakan klaster ekonomi baru guna peningkatan pendapatan masyarakat dan peningkatan ekonomi keluarga.
Sebab menurutnya, jika pengembangan tanaman kakao sukses hingga panen. Peluang dan kesempatan kerja bagi pencari kerja terbuka luas.
”Kalau sudah ada kegiatan investasi hilirisasi hortikultura program KSB Maju Luar. Kita optimis kesempatan kerja, bagi pencari kerja sangat terbuka,” pungkasnya. (IM)


COMMENTS