HomePemerintahan

KSB  Siapkan  Ribuan Hektare  Lahan Tanam Kakao

KSB  Siapkan  Ribuan Hektare  Lahan Tanam Kakao

PUPR : Jalan Mantap di Kabupaten Sumbawa Capai 44,47 Persen
Bupati : ASN yang Dilantik Berdasarkan Kompetensi dan Profesionalitas
PATBM Diperluas, Pemkab Sumbawa Integrasikan dengan Pelatihan Kewirausahaan Perempuan

Sumbawa Barat (5 Oktober 2026) – Program KSB Maju Luar Biasa, dituangkan sejumlahi  kebijakan strategis daerah di bawah kepemimpinan Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah dan Wakil Bupati Hj. Hanipah,  mulai direalisasikan. Salah satunya Hilirisasi Hortikultura. Program  di bawah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu, Dinas Pertanian direalisasikan tahun 2026.
Kepala Dinas Pertanian (Distan), melalui Kepala Bidang Produksi Pertanian,  Muhamad Syamsul Rizal saat diwawancara  media di ruang kerjanya, menjelaskan,   dari berberap jenis tanaman hilirisasi hortikultura, tahap awal yang  dikembangkan adalah  tanaman  jenis kakao  menyasar   tujuh kelompok tani yang tersebar disejumlah lokasi. Diantaranya, Desa Rarak Rongis, Kecamatan Brang Rea, Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano, Desa Talonang Baru, Kecamatan Sekongkang, dan sejumlah lokasi lain yang tersebar sejumlah kecamatsn dalam wilayah administratif KSB, dengan luas areal tanam
sekitar 175 Hektare (Ha).
penanamannya sendiri  katanya, bantuan dari pemerintah.Koptan  Koptan menyiapkan lahan. Sebab pengembangan tanaman  kakao mendapat dukungan signifikan  dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kemantan) RI.  Seperti   bantuan penyediaan bibit  berkualitas, biaya penanaman dan   dukungan  lainnya.
Ditambahkan,  setelah penanaman tahap awal tujuh Koptan. Pemda Sumbawa Barat akan terus memperluas areal  tanam. Sesuai usulan pengembangan area tanam kakao ke pemerintah pusat almencapai sekitar 5423 Ha. Lahan tersebut adalah Hutan Kemasyarakatan (HKm)  yang selama ini dikelola oleh 27 kelompok  Perhutani Sosial dengan skema Hutan Kemasyarakatan (HKm)  dan kemitraan Kehutanan  (Kulin-KK) yang berada dalam wilayah BKPH wilayah III.
”Untuk pengembangan tanaman Kakao Pemda Sumbawa Barat mengusulkan  sekitar 5423 Ha areal tanam di lokasi HKm yang saat ini dikelola sebanyak 27 Kelompok perhutani Sosial yang tersebar di Kecamatan Brang Rea, Brang Ene, Seteluk dan Sekongkang serta Kecamatan Brang Ene,” jelasnya.
Terkait  pengembangan area tanam kakao Pemda Sumbawa Barat berupaya mempermudahi kelompok tani. Tidak hanya  menyediakan atau pengadaan bibit serta biaya lainnya  seperti skema bantuan dari pemerintah pusat. Namun Pemda Sumbawa Barat berupaya   penyediaan obat-obatan dan pupuk serta kebutuhan dukungan lain pemeliharaan dan perawatan  tanaman kakao  pasca tanam. Untuk bantuan sarana pendukung l obat-obatan dan pupuk serta sarana pendukung lainnya,i Pemda Sumbawa Barat  telah membangun komunikasi dengan sejumlah pihak swasta. Diantaranya PTAMNT mendukung mensukseskan hilirisasi Hortikultura tanaman kakao. Pelibatan pihak swasta maupun mitra  pembangunan lain KSB, tidak hanya  diharapkan dukungan bantuan anggaran. Melainkan dukungan tehnis  dan pendampingan hingga  program ini berhasil menambah pendapatan ekonomi keluarga petani kakao.
Dalam hal pengembangan tanaman kakaoi salah satu ikon prroduk unggulan baru KSB ini. Tidak hanya merencanakan hingga  masa panen. Melainkan hingga pemasaran. Agar produk  yang hasilkan petani  mendapati kepastian pasar yang jelas. Sehingga petani bisa memasarkan atau menjual  produknya  langsung ke pasar, tanpa melalui perantara atau tangkulak.
Sesuai rencana ini.besar kemungkinan untuk pengembangan hilirisasi hortikultura melibatkan investor.
Kalau pengembangan kakao berjalan sesuai rencana yang direncanakan Pemda Sumbawa Barat.kita optimis para investor tertarik berinvestasi menanamkan modalnya di KSB,” katanya optimis.
Karena itu dukungan masyarakat. Terutama  anggota kelompok Perhutanan Sosial   .mencapai sekitar 2.363 orang  dari 27 kelompok  secara bersama-bersama mensukseskan  pengembangan  tanaman kakao yang saat ini permintaan pasar global cukup tinggi.
Program KSB Maju luar Biasa  didalamnya Hilirisasi Hortikultura  yang merupakan kebijakan Bupati Sumbawa Barat H.Amar Nurmansyah,merupakan langkah Pemda Sumbawa Barat  menciptakan klaster ekonomi baru guna peningkatan pendapatan masyarakat dan peningkatan ekonomi keluarga.
Sebab menurutnya,  jika pengembangan tanaman kakao sukses hingga panen. Peluang dan kesempatan kerja bagi  pencari kerja terbuka luas.
”Kalau sudah ada kegiatan investasi hilirisasi hortikultura program KSB Maju Luar. Kita optimis kesempatan kerja, bagi pencari kerja sangat terbuka,” pungkasnya. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: