HomeKesehatan

KSB Paparkan Penanganan Kesehatan Jiwa Diforum Nasional

KSB Paparkan Penanganan Kesehatan Jiwa Diforum Nasional

Dikes Lengkapi Sarana Pendukung Program KSB Maju Kesehatan
Dikes Bersama Unair Latih Ratusan Peserta  Tangani  Kegawatdaruratan
Dikes Sebut Pembiayaan BPJS Kesehatan di Akhir Tahun Berpotensi Defisit

Sumbawa Barat (30 September 2026) Kiprah Kabupaten Sumbawa menata sektor kesehatan yang dituangkan melalui kebijakan program KSB Maju Layanan Kesehatan terus mendapat perhatian pemerintah pusat.
Kali ini Kembali dipercaya menjadi narasumber pada pertemuan nasional modeling kesehatan jiwa tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian kesehatan.
Pada pertemuan itu kepala Dinas Kesehatan (Dikes) dr.Carlof sebagian narasumber mengangkat tema Penanganan Orang dengan Gangguan Jiwa di Kabupaten Sumbawa Barat melalui Maju Kesehatan.
Dalam pemaparannya menjelaskan, penanganan kesehatan jiwa yang diterapkan di Kabupaten Sumbawa Barar, tidak hanya berorientasi pada pengobatan. Namun dengan berbagai kebijakan pemerintahan saat ini, membangun pelayanan y upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif,.
Pelayanan ini katanya, Puskesmas sebagai basis pelayanan wilayah dan keluarga serta masyarakat menjadi bagian penting kesinambungan perawatan.
Dengan model pelayanan kesehatan yang menyentuh hingga tingkat paling bawah disemua wilayah KSB. Memudahkan pelayanan penyakit jiwa. Hingga bulan Agustus lalu tercatat sebanyak 450 ODGJ berat mendapat pelayanan atau mencapai 107 persen. Selain itu upaya preventif juga dilakuka, melalui skrining kesehatan jiwa yang menjangkau sebanyak 23.284 penduduk. Meski ditemukan ODGJ berat. Namun kasus pancung tidak ditemukan atau nol kasus.
Capain pelayanan kesehatan hingga ketingkat paling bawah di seluruh wilayah KSB katanya, karena didukung kebijakan Pemda KSB dibawah pemerintahan Bupati H.Amar Nurmansyah yaitu program KSB Maju Layanan Kesehatan . Program ini diperkuat keberadaan
TRC Ambulans berbasis Puskesmas yang tersedia di 10 Puskesmas dari delapan Kecamatan yang ada di KSB. Pelayanan TRC Ambulans yang diterapkan, tenaga kesehatan mendatangi masyarakat ke rumah memberikan pelayanan awal. Dari hasil observasi awal oleh petugas TRC Ambulance jika pasien dirujuk, petugas atau tenaga kesehatan akan menghubungkan pasien dengan Puskesmas maupun fasilitas rujukan sesuai kebutuhan. Pun berlaku bagi pasien ODGJ.
dengan semakin meningkatnya pelayanan kesehatan melalui TRC Ambulance, Dikes terus mengembangkan pola pelayanan yang mengakomodir ketepatan dan kecepatan pelayanan TRC Ambulance hingga ke pelosok seluruh wilayah KSB, melalui aplikasi inovasi Dikes yaitu, SIAGA PRIMA KSB yang mengintegrasikan Siaga Data, Siaga Sistem, dan Siaga Layanan. SIAGA PRIMA terhubung dengan ekosistem Aplikasi KSB Maju sehingga data dapat dimanfaatkan untuk melihat sebaran kasus, pemetaan dan stratifikasi risiko, termasuk ODGJ yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
“Kesehatan jiwa tidak cukup menunggu pasien datang. Sistem harus mampu menemukan siapa yang berisiko, menjangkau yang membutuhkan, memberikan pelayanan, dan memastikan tindak lanjutnya.” tandasnya.
Melalui pendekatan yang diterapkan, berupaya mendorong perubahan pelayanan kesehatan jiwa. Dari pola berbasis fasilitas menuju pelayanan primer yang aktif, terintegrasi, berbasis risiko, dan semakin dekat dengan keluarga serta masyarakat.
”Kami terus berupaya memperkuat model pelayanan kesehatan jiwa yang berkelanjutan,”pungkasnya.(IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: