SUMBAWA (23 Januari 2026)– Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Sosial resmi memulai rangkaian kegiatan Asistensi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tahun 2026. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari kerja, mulai 23 Januari hingga 2 Februari 2026. kegiatan ini bertujuan untuk membenahi sengkarut data kemiskinan dan memastikan bantuan sosial tepat sasaran.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Syarifah mewakili Plt. Kadis Sosial, Riki Trisnadi, SE., M.Si, yang sedang menjalankan tugas kedinasan lainnya.
Dalam arahannya, pihak Dinas Sosial menekankan bahwa asistensi ini merupakan tindak lanjut dari Inpres No. 4 Tahun 2025 tentang DTSEN dan Inpres No. 8 Tahun 2025 terkait percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem. Selama ini, anomali data sering terjadi karena kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah cenderung menggunakan data sendiri-sendiri.
Melalui asistensi ini, dilakukan integrasi tiga sumber data utama, yakni:
DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) milik Kemensos.
Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi) milik BPS.
P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) milik Bappenas.
Sebanyak 590 peserta dari berbagai lini disiagakan dalam kegiatan ini, meliputi 24 Camat, 157 Kepala Desa, 157 anggota BPD, 8 Lurah, 165 Operator SIKS-NG, 79 SDM PKH, serta 24 tenaga TKSK dan unsur Dinas Sosial.
Pada hari pertama, Jumat (23/01/2026), sebanyak 105 peserta dari Kecamatan Moyo Hulu, Moyo Hilir, dan Moyo Utara telah mengikuti sesi awal. Menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Sosial, diskusi berjalan dinamis selama tiga jam. Para peserta tampak antusias memberikan masukan serta pertanyaan kritis terkait kebijakan DTSEN di lapangan.
Tujuan utama dari asistensi maraton ini adalah menyatukan persepsi antar-pemangku kepentingan di tingkat kecamatan hingga desa, serta meningkatkan transparansi dalam pemutakhiran data secara berkala.
“Ini adalah upaya kita bersama untuk memastikan tidak ada lagi data yang tumpang tindih. Dengan data yang akurat, pemutakhiran yang rutin, dan sistem yang terintegrasi, kita optimistis penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sumbawa dapat terakselerasi,” ujar Kabid Linjamsos dalam pembukaan kegiatan.
Rangkaian asistensi ini akan terus berlanjut bagi kecamatan lainnya dan direncanakan tuntas pada Jumat, 2 Februari 2026 mendatang. Dengan adanya DTSEN, diharapkan distribusi bantuan sosial di masa depan akan jauh lebih tepat sasaran dan transparan. (IM).


COMMENTS