HomePolitik

Di Kampung Hijrah, H. Zohran Soroti Kuota Gas LPG dan Penanganan Banjir

Di Kampung Hijrah, H. Zohran Soroti Kuota Gas LPG dan Penanganan Banjir

Sukses di Pileg 2024, Nasdem Sumbawa Sampaikan Terimakasih kepada Masyarakat
Peringatan HUT ke-14 Partai NasDem Dimulai, Awali dengan Aksi Sosial
DPD Nasdem Sumbawa Rayakan HUT ke-14, Konsisten Membawa Arus Perubahan

SUMBAWA– Memasuki malam kedua agenda reses masa persidangan tahun ini, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zohran, SH, menemui konstituen di Dusun Kayangan, Kampung Hijrah, Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Rabu (11/02/2026).

Acara yang dipandu oleh moderator Bohari Boya ini berlangsung semarak dan penuh kekeluargaan di kediaman tuan rumah, H. Kamran. Kehadiran politisi dari Fraksi NasDem ini disambut hangat oleh tokoh masyarakat, termasuk Kepala Dusun Kayangan, Mulyono, dan Ketua RT setempat, Ramli.

Dalam sambutannya, Kadus Kayangan Mulyono menyampaikan apresiasi karena wilayahnya dijadikan titik serap aspirasi. Ia menitipkan harapan besar agar H. Zohran memberikan atensi khusus pada persoalan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

Menanggapi hal itu, H. Zohran menegaskan bahwa kedatangannya bukan sekadar kunjungan formal. “Aspirasi yang kami jemput bukan hanya soal bantuan fisik sederhana, melainkan wujud nyata pembangunan Kabupaten Sumbawa yang lebih luas,” tegasnya di hadapan warga.

Sesi diskusi menjadi bagian paling dinamis. Warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan akses gas LPG karena belum adanya pangkalan resmi di Kampung Hijrah.

Menanggapi masalah ini, H. Zohran memaparkan data teknis yang cukup mengejutkan. Berdasarkan data dari dinas terkait, kuota gas LPG untuk Kabupaten Sumbawa saat ini adalah 11.003 metrik ton.

“Jika dihitung, satu rumah tangga di Sumbawa hanya mendapatkan jatah sekitar 13 tabung per tahun. Angka ini jauh di bawah Kota Mataram yang mencapai 23 tabung per tahun. Ini adalah ketimpangan yang harus kita perjuangkan,” ungkap Sekretaris Komisi II tersebut.

Ia berkomitmen akan menindaklanjuti data ini ke tingkat pusat, yakni Kementerian ESDM atau Dirjen Migas, agar kuota untuk Sumbawa bisa ditambah sehingga harga di masyarakat tidak melambung di atas harga subsidi akibat kelangkaan.

Selain masalah gas, kaum ibu di Kampung Hijrah juga menyuarakan kebutuhan dukungan terhadap UMKM, khususnya kemudahan dalam mendapatkan modal usaha maupun pembinaan. Warga mengaku program jemput bola dari dinas terkait belum menyentuh pelosok desa secara merata.

Selain itu, warga mengusulkan pelebaran jembatan utama menuju Kampung Hijrah guna mendukung akses ekonomi dan mobilitas warga, terutama bagi para perajin kopi dan makanan olahan di wilayah tersebut.

“Semua usulan, mulai dari pemberdayaan UMKM hingga jembatan, telah kami catat. Kami akan berupaya maksimal agar aspirasi ini terakomodir dalam program kerja pemerintah daerah dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Mari kita berdoa bersama agar apa yang kita rencanakan bisa terealisasi,” tutup H. Zohran. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: