Lenangguar — Kades Lenangguar Syahruddin SP, M.Si menyampaikan dengan rinci kondisi fasilitas air bersih yang ada di Lenangguar. Dia bersama segenap jajaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pasiki yang saat ini menjadi pengelola, diundang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam rangka penyusunan kegiatan keberfungsian dan keberlanjutan Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Tahun 2026, Jumat (19/12).
Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Lenangguar mempresentasikan kondisi eksisting sarana dan prasarana air minum desa sebagai bahan evaluasi bersama. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui secara menyeluruh kondisi fasilitas air bersih yang ada. Sekaligus menyusun langkah-langkah strategis dan program pembenahan ke depan. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai pelanggan.
Dalam pemaparan tersebut disampaikan sejumlah usulan pembenahan prioritas, di antaranya pembangunan bak atau reservoir pengelola air baku.
Kata Kades, pembangunan reservoir dinilai penting. Mengingat salah satu kendala utama yang kerap dihadapi masyarakat. Khususnya saat musim hujan, adalah kondisi air keran yang menjadi keruh akibat banjir dan meningkatnya debit air baku.
Selain itu, pembenahan jaringan perpipaan juga menjadi perhatian serius. Saat ini, sebagian jaringan air bersih sudah muncul ke permukaan tanah. Sehingga rawan terlintas kendaraan dan berpotensi mengganggu kelancaran distribusi air ke masyarakat.
Permasalahan lain yang disampaikan adalah masih adanya wilayah, khususnya di Pemangong, yang belum terkoneksi dengan jaringan air bersih Desa Lenangguar. Kondisi tersebut dinilai mendesak untuk segera direalisasikan agar pelayanan air bersih dapat dinikmati secara merata. Selain itu, pembenahan sambungan rumah (SR) yang belum terkoneksi secara optimal juga menjadi bagian dari usulan.
“Seluruh usulan ini kami sampaikan kepada Dinas PUPR sebagai bahan penyempurnaan sarana dan prasarana air bersih desa. Harapannya, program-program tersebut dapat terealisasi pada tahun mendatang demi peningkatan pelayanan air bersih bagi masyarakat,” kata Kades muda ini.
Dengan adanya perencanaan terpadu ini diharapkan sistem penyediaan air minum dapat berfungsi secara optimal, berkelanjutan. Serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa depan. (IM)


COMMENTS