SUMBAWA (8 November 2025)- Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan dasar di seluruh wilayah kecamatan. Namun hingga saat ini, ketersediaan tenaga dokter di Puskesmas masih belum memenuhi kebutuhan ideal.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Syarif Hidayat, mengungkapkan bahwa saat ini baru terdapat 58 dokter yang bertugas di seluruh Puskesmas. Para dokter tersebut terdiri dari berbagai status kepegawaian — mulai dari CPNS, PNS, PPPK, kontrak daerah, hingga tenaga program Nusantara Sehat.
“Kalau kita hitung berdasarkan rasio satu dokter melayani 5.000 penduduk sesuai standar BPJS, kebutuhan dokter kita seharusnya 107 orang. Artinya masih ada kekurangan 49 dokter,” jelas Syarif, Jumat (8/11).
Ia mengatakan, Dikes menggunakan rasio BPJS sementara waktu karena kondisi lapangan belum memungkinkan untuk memenuhi standar WHO. “Kalau memakai standar WHO, satu dokter harusnya melayani 1.000 penduduk. Dengan jumlah penduduk Sumbawa sekarang, idealnya lebih dari 500 dokter. Tapi untuk kondisi kita, acuan realistis yang digunakan adalah rasio BPJS dulu,” ujarnya.
Kekurangan dokter ini, lanjut Syarif, menyebabkan beban kerja yang cukup berat bagi tenaga medis yang ada. Banyak Puskesmas yang hanya memiliki satu dokter, padahal idealnya minimal dua orang agar pelayanan tetap berjalan meskipun salah satu berhalangan.
“Dokter itu bekerja penuh dari pagi hingga jam kerja selesai. Tidak mungkin mereka juga harus piket malam tanpa sistem pergantian. Karena itu, kami sedang melakukan pemetaan ulang agar distribusi dokter bisa lebih merata,” tegasnya.
Pemetaan tersebut mencakup analisis jumlah penduduk, kondisi geografis, serta potensi beban pelayanan di masing-masing kecamatan. Dikes juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kampus untuk mendapatkan data calon tenaga medis yang akan ditempatkan di Sumbawa.
“Kalau nanti sudah ada laporan dari kampus atau instansi terkait mengenai dokter baru, akan segera kita arahkan ke wilayah-wilayah yang masih kekurangan,” tambahnya.
Menurut Syarif, langkah ini diharapkan dapat mengurangi keluhan masyarakat dan memastikan setiap Puskesmas memiliki tenaga medis yang memadai. “Tujuannya agar tidak ada lagi wilayah yang hanya dilayani satu dokter saja. Minimal dua dokter per Puskesmas, supaya pelayanan bisa tetap berjalan meskipun ada yang cuti atau tugas luar,” pungkasnya. (IM)


COMMENTS