Sumbawa Barat (27 November 2025) – Gotong royong mewarnai peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tahun 2025 dipusatkan di Desa Poto Tano, Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Kamis (27/11).
Bupati H.amar Nurmansyah dan Wakil Bupati Hj.Hanipah turut langsung dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan diawali upacara bertindak inspektur upacara Bupati H.Amar Nurmansyah. Usai pembubaran oleh pemimpin, sekitar ratusan peserta upacara dari pegawai OPD lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa Barat, TNI, Polri dan Agen Gotong Royong (AGR) serta warga masyarakat sekitar, melakukan gotong royong bersih-bersih pinggir jalan, lingkungan dalam desa pesisir tersebut, kebersihan lingkungan perlu penataan pengelolaan sampah secara serius.
Dikesempatan tersebut Bupati mengajak masyarakat terus meningkatkan nilai gotong royong yang telah menjadi pondasi setiap pelaksanaan pembangunaan yang dilaksanakan Pemda Sumbawa Barat. Sebab katanya KSB adalah kabupaten satu-satunya yang memformalkan gotong royong yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemberdayaan Gotong Royong. Dalam pelaksanaannya, ujung tombaknya adalah Agen Gotong Royong (AGR). Karenanya, sesuai amanah Perda tersebut, AGR melaksanakan tiga urusan, pembangunan, pelayanan dan urusan pemberdayaan. Dengan demikian gotong royong skupnya sangat luas. Sehingga semua program pemerintah dilaksanakan dengan gotong royong.
‘’Apapun yang terjadi ditengah masyarakat, penyelsaiannya kita kedepankan dengan gotong royong,’’harap bupati.
Memang kata bupati hingga saat ini gotong royong diidentikkan dengan kebersihan, membersihkan sampah di dalam lingkungan. Anggapan tersebut terjadi ditengah masyarakat. Karena masih banyak sampah yang berserakkan didalam lingkungan masing-masing.
Ke depan masalah sampah menjadi perhatian serius. Mengurangi sampah di dalam lingkungan masing-masing. Untuk mencapainya mungkin tidak sulit, karenannya perlu penanganan secara kolaborasi dengan semua pihak. Utamanya AGR sebagai ujung tombak di lapangan, agar terus meneruskan nilai gotong royong, didalam lingkungan, area kerja peliuk tidak ada lagi sampah maupun TPS liar.
Kendati AGR berada di Garis Terdepan (Garda) sebagaiamana diatur Perda Pemberdayaan Gotong Royong. Bukan berarti kerjanya AGR gotong royong. Melainkan memfasilitasi kegiatan gotong royong dilingkungan atau dipeliuk masing-masing dengan melibatkan semua unsur, Babinsa, Bhabinkamtibmas jajaran pemerintahan formal diwilayah tersebut, ketua RT dan ketua RW serta Ormas. Termasuk jajaran kepala desa bersama-sama menginisiasi gotong royong.
‘’AGR itu bukan tukang bersih-bersih, tidak. Agr itu Adalah inisiator membngkitkan jiwa gotong royong ditengah-tengah masyarakat,’’ jelas Bupati.
Dengan ditingkatkan nilai gotong royong ditengah masyarakat penanganan masalah sampah segera bisa ditata dilingkungnn masing-masing. Dan Pemda Sumbawa Barar telah mencanangkan tahun 2025, tahun terakhir mentertibkan TPS liar. Artinya, para Kades memastikan tidak ada lagi pembuatan TPS. Yang ada dalah, pengelolaan sampah. Baik di TPS3R maupun di bank sampah..
Sementara kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DMPD) H.Haamid mengungkapkan, melalui kegiatan BBGRM yang diawali kegiatan gotong rotong bersih-bersih dalam lingkungan warga. Ke depan Tingkat kebersihan lingkungan semakin meningkat, dengan mengelola sampah secara baik, Dan melalui momentum ini diharapkan menjadi budaya sponitas seluruh warga masyakat KSB membersihkan lingkungan dari sampah, tanpa harus dikomandoi. Lahir dari inisiatif sendiri menjaga kebersihan dilingkungan masing-masing, Pun para Kades, menertibkan TPS liar jika ada di desa-nya. Pastikan TPS3R pengelolaannya dioptimalkan.
Terhadap kegiatan pelaksanaan BBGRM yang berlangsung hingga beberaoa hari ke depan, akan melaksanakan sejumlah kegiatan baik di Desa Poto Tano. Diantaranya, pembangunan rumah tidak layak huni dan rehab rumah tidak layak huni sebanyak 16 unit rumah, gerakkan pangan murah dan pasar murah, optimalisasi penyedian dan distribusi air bersih dan pemeriksaan Kesehatan gratis. Total sekitar 14 aksi baik yang dilaksanakan, selama pelaksanaan BBGRM tahun 2025. (IM)
Newer Post
KSB Dapat Status Kabupaten Kotor dari KLHK Older Post
APBD 2026 Diketok Senilai Rp1,895 Triliun 

COMMENTS