SUMBAWA – Dinas Sosial (Disos) Sumbawa terus meningkatkan upaya perlindungan terhadap masyarakat miskin, terutama mereka yang masuk kategori kemiskinan ekstrem. Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), tercatat 19.087 rumah tangga atau 64.063 jiwa berada pada desil satu kesejahteraan sosial.
“Kami memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang berada di desil satu, karena mereka termasuk kategori kemiskinan ekstrem,” ujar Syarifah, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Disos Sumbawa.
Untuk membantu masyarakat tersebut keluar dari kemiskinan ekstrem, Disos Sumbawa telah menyalurkan berbagai program bantuan sosial, antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), PBI APBN dan APBD, serta BLT dan bantuan sosial lainnya.
Selain itu, Disos Sumbawa aktif melakukan koordinasi dengan pemerintah desa untuk verifikasi lapangan. Upaya ini bertujuan memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.
“Verifikasi lapangan sangat penting untuk memastikan kondisi nyata masyarakat di lapangan. Namun, kami menyadari keterbatasan tenaga, sehingga kolaborasi dengan pihak desa menjadi kunci keberhasilan program ini,” tambah Syarifah.
Hingga kini, upaya Disos Sumbawa tidak hanya mencakup masyarakat miskin ekstrem, tetapi juga penduduk di desil dua dan tiga kesejahteraan sosial, dengan total lebih dari 170.000 kepala keluarga atau sekitar 529.192 jiwa yang mendapat perhatian melalui berbagai program bantuan sosial.
Disos Sumbawa berkomitmen memperkuat perlindungan sosial dan memastikan setiap bantuan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata. (IM)


COMMENTS