Sumbawa Barat (13 Oktober 2025) – Peserta BPJS Kesehatan mandiri kelas III yang menungak dan berhutang kepada BPJS, karena terkendala membayar iuran setiap bulan, tidak perlu khawatir tidak dilayani BPJS kesehatan saat berobat ke fasilitas kesehatan yang melayani BPJS kesehatan. Karena Pemda Sumbawa Barat dibawah pemerintahan Bupati H. Amar Nurmansyah dan Wakil Bupati Hj. Hanipah melalui program unggulan KSB Maju Kesehatan mengakomodir semua masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan secara gratis.
Kepala Dinas Kesehatan dr. Carlof Sitompul menjelaskan, sesuai arahan Bupati. Masyarakat yang terhenti mendapat layanan kesehatan. Karena terkendala kepesertaan BPJS kesehatan kelas III Mandiri tidak aktif lagi. Karena menungak membayar iuran selama dua tahun, sehingga berhutang ke BPJS. Untuk dialihkan atau dimasukkan sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) Pemda Sumbawa Barat.
Hasil koordinasi dengan BPJS Kesehatan dan pihak terlibat lainnya, mengakomodir peserta BPJS kesehatan Mandiri kelas III tetap mendapat layanan difasilitasi kesehatan yang melayani BPJS.
‘’Peserta BPJS kesehatan kelas kelas III Mandiri warga KSB, meski menungak maupun kartu BPJS Kesehatan tidak aktif. Sudah bisa dilayani BPJS kesehatan, ‘’ jelasnya.
Terkait kewajiban dan tangunggan peserta tunggakan iuran yang hingga saat ini, menjadi piutangnya masih menunggu ketentuan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Karena dari informasi tangungan, tunggakkan iuran maupun hutang peserta yang menunggak membayar iuran selama dua tahun sebagi hutang yang bersangkutan. Infoasinya akan dihapus oleh pemerintah pusat.
Pun sebaliknya, jika pemerintah pusat tidak menghapusnya, Pemda Sumbawa Barat berupaya menanggung melunasi tunggakkan iuran dan piutang peserta BPJS kelas III Mandiri warga KSB tersebut.
Terkait anggaran cukup besar. Karena berdasarkan data peserta BPJS kelas III Mandiri yang menunggak membayar iuran cukup banyak. Mencapai sekitar 800 orang lebih. Jumlah tunggakkan iuran bervariatif, satu tahun. hingga dua tahun.
Peserta yang menunggak katanya, dari beragam jenis pekerjaan dan profesi. Seperti, petani, pelaku UMKM, karyawan swasta dan mantan karyawan serta pelaku usaha atau wiraswasta.
Dikatakan dr. Carlof sapaan akrab mentan Direktur RSUD Asy Syifa ini, dengan komitmen bupati Sumbawa Barat, menyediakan program kesehatan gratis, guna meningkatkan kualitas dan taraf kesehatan masyarakat KSB lebih baik dan terus meningkat.
Dan Dikes sebagai OPD tehnis terus berupaya menyediakan dan memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat KSB secara optimal dari berbagai aspek. (IM)


COMMENTS