SUMBAWA (23 Juli 2025)– Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah mengambil langkah antisipatif dalam menghadapi musim kemarau dan potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa belum lama ini. Dalam pernyataannya, Wabup menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyusun rencana kontinjensi sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dan krisis air bersih.
“Pemerintah telah menyiapkan pompa air, sumur darurat, dan skema bantuan air bersih melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” ujar Wabup Ansori di hadapan anggota dewan.
Langkah ini tidak dilakukan sendiri, tetapi melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Kolaborasi ini dianggap penting untuk memperkuat koordinasi dan distribusi sumber daya secara lebih merata dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, Wabup menjelaskan bahwa perencanaan yang disusun telah disesuaikan dengan peta kerawanan yang dimiliki pemerintah daerah. Dengan demikian, titik-titik yang rentan kekeringan dan sulit akses air bersih bisa menjadi prioritas utama dalam pendistribusian bantuan.
“Tujuan utama dari seluruh langkah ini adalah menjamin keberlanjutan kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketersediaan air bersih di wilayah terdampak,” tambahnya.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air serta segera melaporkan jika ada wilayah yang mulai terdampak kekeringan agar bisa ditangani secepatnya. (IM)


COMMENTS