SUMBAWA – Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sumbawa, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, dan Rumah Sakit Umum Sumbawa untuk membahas masalah keterbatasan stok obat yang terjadi di daerah tersebut. Rapat berlangsung belum lama ini di Ruang Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa.
Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Takdir, SE.,M.M.Inov, dan didampingi oleh Wakil Ketua H. Jabir, S.Pd., Sekretaris Sukiman K, S.Pd.I, serta anggota Komisi IV lainnya, yaitu Syamsul Hidayat, SE, Syukri HS, A.Ma, dan Ema Yuniarti.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah rekomendasi penting dihasilkan untuk mengatasi masalah keterbatasan stok obat, yang menjadi perhatian utama. Rekomendasi tersebut antara lain:
Pemerintah daerah diminta untuk menyederhanakan prosedur administrasi dalam sistem E-katalog dan mempercepat proses pengadaan obat melalui sistem pengadaan langsung untuk kondisi darurat, agar Puskesmas dapat memperoleh obat lebih cepat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa diharapkan lebih aktif dalam berkoordinasi dengan instansi terkait yang berkompeten dalam pengadaan barang, guna memastikan langkah kongkret dalam mengatasi kondisi darurat.
Pemerintah diminta untuk meningkatkan anggaran kesehatan, khususnya dalam pengadaan obat esensial di Puskesmas.
Dinas Kesehatan juga diminta untuk segera melakukan komunikasi intens dengan pihak penyedia obat guna memastikan ketersediaan obat di Puskesmas. (IM)


COMMENTS