HomeSumbawa

Dua Dekade KSB Berdiri Capai Pembangunan Secara Mandiri

Dua Dekade KSB Berdiri Capai Pembangunan Secara Mandiri

Kades Terpilih Dilantik Tahun Depan
P3K di KSB Belum Terima TPP
Tolong Buka Pangkalan LPG Subsidi di Talonang Baru

SUMBAWA BARAT,intanmedia.com- Dua dekade Kabupaten Sumbawa Barat sejak terbentuk sebagai daerah otonomi baru, telah mampu berdiri mencapai pembangunan secara mandiri seperti yang diharapkan pemerintah pusat. Hingga diusianya yang ke-21 tahun 2024, kabupaten yang lahir dari pemekaran kabupaten induk, Kabupaten Sumbawa ingin terus memajukan terwujudnya cita-cita perjuangan para pendiri kabupaten termuda di Provinsi NTB yang berada dibagian barat pulau Sumbawa ini. Cita-cita yang terus terus diwujudkan oleh para pemimpin yang telah beberapa kali berganti kepemimpinan dibawah pemerintahannya masing-masing, ingin mewujudkan kesejahteraan masyarakat dari segala aspek. Dari perjalanan pemerintahan setiap kepemimpinan kepala daerah (Bupati, red) dari semua periode, telah banyak memberikan perubahan dan kemajuan di semua aspek pembangunan yang kini dirasakan manfaatnya, oleh masyarakat KSB yang tersebar di delapan kecamatan 58 Desa.
Ditunjang ketersesian infrastruktur jalan, sterhubung antar kecamatan dan ke Desa dengan kondisi jalan mantap hotmix hingga jalan lingkungan. Bersamaan dengan itu, sektor pembanguan lain terus dipenuhi oleh Pemda KSB, guna pemenuhan hak dasar masyarakat.
Perjalan KSB yang sudah memasuki usia yang semakin matang 21 tahun, semakin besar tantangan. Dan terus mempersiapkan diri menghadapi, seiring kemajuan zaman diera modern seperti saat ini.
Menghadapi kondisi ini KSB yang selama ini bergantung sektor tambang, sudah mempersiapkan diri pasca tambang batu hijau milik PTAMNT operasi alnya akan berakhir tahun 2030 mendatang.
Seperti diungkapkan Pjs Bupati Sumbawa Barat Julmansyah pada upacara puncak peringatan Harla KSB ke 212024, Rabu (20/11) kemarin, dua dekade lebih berdirinya KSB, telah mengukir banyak cerita, melewati berbagai tantangan serta sudah menikmati keberhasilan yang telah dicapai saat ini. Meski demikian, perjalanan perjuangan pembentukkan kabupaten ini, terus berlanjut. Belum selesai, untuk langkah awal besar menuju KSB lebih baik dan sejahtera di masa akan datang. Dan pemerintah saat ini, terus berusaha menyiapkan penopang tujuan besar itu. Mulai dari sektor pertanian, sebagai penopang ekonomi masyarakat pasca tambang. Mempersiapkan dua bendungan besar, bintang bano dan tiu suntuk. Dua sarana itu, sebagai suporting sistim meningkatkan pendapatan masyarakat petani.
Sektor penopang lain yaitu pariwisata dianugrahi kekayaan yang luar biasa, kekayaan ombak yang cocok untuk olahraga surfing yang semakin digemari oleh wisatawan, lokal, regional, nasional dan wisatawan manca negara.
Mendukung pariwisata ini, selama menjabat sebagai penjabat sementara bupati, telah menyiapkan kerangka pendukungnya, program surfing masuk sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler SD/SMP. Tujuan program ini. Selain mempersiapkan KSB sebagai gudang atlet surfing NTB untuk event besar nasional PON NTB, NTT tahun 2028 mendatang. Juga sebagai upaya mendukung pariwisata berbasis masyarakat.
Di momentum itu juga, Pjs Bupati Julmansyah menandatangani Momerandum of Understanding (MoU) dengan Pjs Bupati Sumbawa Barat. MoU itu merupakan kado persembahan istimewa,, selama dua Dekade KSB terbentuk secara defenitif 21 tahun lalu. Karena MoU dibangun dengan kabupaten serumpun, diibaratkan antara kakak dan adik kandung.
Pun kesepahaman yang dibangun kedua kabupaten serumpun ini, terkait percepatan transformasi dan peningkatan sumber daya dalam rangka mendukung pembangunan daerah. Sebab pembangunan, merupakan langkah kongkrit menyongsong KSB pasca tambang batu hijau tahun 2030 mendatang. Meski demikian kekayaan potensi KSB tidak habis, akan menjadi kawasan industri. Ditandai pembangunan pabrik smelter, sebagai penopang hilirisasi pertambangan.
Hadir pada perayaan puncak Harla KSB, tokoh masyarakat, para tokoh pejuang pembentukan KSB,Sekda Provinsi NTB L Gita Aryadi, unsur Porkompimda dan para tamu undangan lain dari luar KSB.
Tidak ketinggalan, etnis yang ada di KSB. Seperti tahun-tahun sebelumnya, di akhir puncak peringatan Harla, etnis yang ada di KSN, oleh Pemda KSB diberi ruang menampilkan kesenian tradisional, sebagai hiburan penutup para tamu undangan yang hadir. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: