HomeKSB

PAD Sumbawa Barat Masih Minim

PAD Sumbawa Barat Masih Minim

Bupati KSB: Melalui Maulid Nabi Terus Perkuat Keimanan
Bupati akan Sampaikan Progres Report di Puncak Harla KSB
Wabup Ingatkan ASN Kawal Program Stunting

SUMBAWA BARAT, intanmedia. com – Sekda Sumbawa Barat Amar Nurmansyah ingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa Barat menangkap peluang dan mengalih potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna meningkatkan APBD . Karena Konstribusi PAD Sumbawa Barat terhadap APBD masih minim.
Hal itu dikatakan pada upacara hari pertama masuk kerja tahun 2023 di lapangan Graha Fitrah kantor bupati lingkungan KTC Senin (2/1).
Menurut Sekda, peningkatkan PAD seperti yang diharapkan pada pelakasaan APBD tahun anggaran 2023, OPD harus jeli menangkap peluang. Tidak hanya sektor pertambangan yang selama ini memberikan konstribusi cukup besar terhadap PAD. Melainkan dari semua sektor yang ditetapkan daerah menggalih dan menghimpun potensi daerah untuk PAD.
Memang kata Sekda, realisasi PAD tahun 2022 lalu melampaui dari target, tembus hingga mencapai 120 persen dari target. Namun, konstribusi PAD terhadap APBD masih minim. Itu dilihat dari postur APBD setiap tahun anggaran. Sumbangan PAD terhadap APBD sekitar 10 hingga 20 persen dari besaran APBD mencapai sekitar Rp. 1 Triliun lebih pada APBD tahun anggaran 2022 lalu. Selebihnya pendapatan sekitar 80 persen dari pemerintah pusat.
Ke depan konstribusi PAD terhadap APBD harus dirubah. 80 persen sumbangan terhadap APBD dari PAD Sumbawa Barat.
Hal seperti ini, sangat memungkinkan. Itu jika semua OPD yang diberikan tanggung jawab jeli dan kreatif menghimpun PAD.
Hal ini, lebih besar konstribisi PAD daerah dibandingkan Konsteibusi PAD dari pusat terhadap APBD, sudah diterapkan beberapa daerah di Indonesia.
Dicontohkan Sekda, Kabupaten Badung , Provinsi Denpasar, Bali. Ini menandakan OPD serius dan jeli mengalih potensi yang miliki daerah tersebut. Dan paling utama OPD yang diberikan target bertanggung jawab merealisasikan beban yang diberikan daerah.
”Saya harap kepala OPD beserta perangkat di masing-masing OPD bertangung jawab merealisasikan beban target yang diberikan daerah,” katanya.
Agar ke depan, ada perimbangan antara , uang masuk dengan uang yang dibelanjakan
Selain itu Sekda meminta, menghitung target dan realisasi PAD yang dibebankan ke OPD secara detail.
Ini sangat penting. Sebab dari beberapa jenis pendapatan yang sah daerah, biasanya pertengahan tahun anggaran nisa terealisasi 100 persen. Dicontohkan retribusi KIR kendaraan bermotor. Semestinya, oleh OPD tehnis, ada strategi menghimpun dan meningkatkan PAD hingga dia kali lipat dari yang ditargetkan pada APBD tahun anggaran berjalan. ”OPD jangan hanya berpatokan dengan beban target PAD yang diberikan daerah. Namun bagaimana menghimpun PAD sebanyak-banyaknya dari target yang ditetapkan dalam APBD setiap tahun anggaran berjalan,” pungkas Sekda. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0