SUMBAWA BARAT,intanmedia.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa Barat terus berupaya mengoptimalkan sejumlah aset milik daerah mendorong peningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Diantaranya pasar yang dibangun beberapa tahun lalu.
Kepala Badan Pendapatan melalui Kasubid Pemungutan Pajak dan Retribusi Ihya Ulumiddin di ruangannya menjelaskan, keberadaan bangunan pasar yang tersebar di sejumlah kecamatan, diupayakan dioperasikan tahun 2023 mendatang. Tahun 2022 pasar yang belum dioperasikan dilengkapi sarana pendukung yang refresentatif. Seperti pemasangan paving balok sekitar halaman dan tempat parkir pasar. Rehab sejumlah kios serta los pasar serta pemasangan listrik. ”Tahun ini dianggarkan rehab bangunan hampir semua pasar yang sudah beroperasi maupun yang belum dioperasikan,” jelasnya..
Pasar yang direhab diantaranya. Pasar Brang Ene dan Brang Rea. ”Keduang belum dioperasikan,” katanya.
Kedua pasar itu, diupayakan dioperasikan tahun 2023 mendatang .
Calon pedagang khususnya pasar Brang Ene, sudah ada calan pedang. Setelah selesai direhab segera ditempati oleh calon pedagang.
Sedangkan pasar Brang Rea, telah dikoordinasikan dengan pemerintah kecamatan setempat untuk memastikan calon pedagang yang akan menempati kios dan Los yang tersedia di pasar tersebut.
Jika dua pasar tersebut dioperasikan tahun 2023 mendatang, akan menbah pasar yang beroperasi di KSB. Penambahan, tentu diikuti penambahan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada APBD tahun 2023 mendatang dari retribusi pelayanan penyedian tempat kegiatan usaha (pasar).
Sebab kata dia sekitar lima pasar yang beroperasi saat ini. Yaitu, pasar Sekongkang, Pasar Jereweh, Pasar Labuhan Lapar, Tanah Mirah, pasar Seteluk dan pasar Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano, konstribusi terhadap PAD cukup besar. APBD tahun anggaran 2022 retribusi pelayanan penyediaan tempat kegiatan usaha (Pasar) pada APBD perubahan ditarget PAD meningkat menjadi sekitar Rp. 700 Juta dari sebelumnya pada APBD murni tahun 2022 sebesar ditarget Rp. 600 Juta. Hingga bulan November lalu, capaian realisasi, mencapai sekitar Rp. 531,385 atau terealisasi 75,90 persen. Diperkirakan hingga akhir tahun anggaran 2022, diperkirakan terealisasi sesuai target. ”Kita upayakan retribusi pelayanan penyedian tempat kegiatan usaha atau pasar terealisasi 100 persen sesuai target,” katanya optimis.
Upaya yang dilakukan satu bulan terakhir menjelang berakhir tahun amggaran 2022, meningkatkan penarikan retribusi disemua pasar terhadap pedagang. Terutama pedagang yang memanfaatkan kios di pasar dan di tempat kegiatan usaha lain sebagai sumber pendapatan yang ditetapkan daerah.
Sebenarnya kata Yaya sapaan akrabnya, di Kecamatan Sekongkang sudah beroperasi dua pasar. Pasar Tongo. Namun, saat ini pedagang tidak. Alasan pedagang tidak lagi menempati Los dan kios di pasar tersebut. Karena pembeli sepi. Warga sekitar atau pembeli, lebih memilih belanja ke pasar Sekongkang dan pasar Maluk, Kecamatan Maluk. Alasannya, karena di pasar tersebut kebutuhan pembeli lengkap.
Hal yang demikian katanya, menjadi bahan evaluasi dan catatan pemerintah, sebelum difungsikan kembali, kebutuhan pasar diupayakan dipenuhi sesuai kebutuhan pembeli mayoritas warga sekitar.
Intinya, Pemerintah membangun pasar di sejumlah kecamatan, upaya mendekatkan pemenuhan warga sekitar. Sebaliknya, memudahkan warga memasarkan produk yang dihasilkan sekitar wilayah setempat.
”Semoga ke depan hajat pemerintah menyediakan sarana pasar, memudahkan warga sekitar mendapatkan barang kebutuhan dan memasarkan produk yang dihasilkan bagi warga sekitar, sehingga aktifitas jual beli mengeliat, guna meningkatkan ekonomi di tingkat kecamatan,” tutup pria murah senyum ini,” (IM)


COMMENTS