HomeOpini

Peran Pancasila sebagai Sistem Etika

Peran Pancasila sebagai Sistem Etika

Implementasikan Teori dari Bangku Kuliah, Mahasiswa PBSI UNSA Magang di Media Massa
Pancasila Sebagai Dasar Pergaulan Generasi Muda
Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Oleh : Lisa Pebrianti, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Samawa (UNSA)

Etika adalah konsep penilaian sifat kebenaran atau kebaikan dari tindakan sosial berdasarkan kepada tradisi yang dimiliki oleh individu maupun kelompok. Unsur utama yang membentuk etika adalah moral. Dengan demikian, penerapan Pancasila sebagai sistem etika merupakan hal yang sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara, karena dengan kita memiliki etika maka kita mampu menjalankan kehidupan bernegara dengan baik.
Indonesia merupakan negara yang berlandaskan Pancasila. Pancasila merupakan dasar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,Oleh karena itu, setiap tindakan atau pola perilaku yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia harus berpedoman dengan nilai-nilai Pancasila.
Setiap poin dari Pancasila mengandung pedoman yang mampu dijadikan sebagai landasan oleh masyarakat Indonesia untuk berperilaku. Tindakan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia juga perlu didasari nilai etika atau moral.
Pancasila sebagai sistem etika adalah jalan hidup bangsa Indonesia dan juga merupakan struktur pemikiran yang disusun untuk memberikan tuntunan atau panduan kepada setiap warga negara Indonesia dalam bersikap dan bertingkah laku.
Etika pancasila adalah cabang filsafat yang dijabarkan dari sila-sila pancasila untuk mengatur prilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di indonesia. Dengan demikian , dalam etika Pancasila terkandung nilai–nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kelima nilai tersebut membentuk pola perilaku masyarakat Indonesia dalam semua aspek kehidupannya.
Penerapan Pancasila sebagai sistem etika dapat diterapkan dengan sikap jujur, saling peduli, saling memahami, saling menghargai, saling mencintai, dan tolong-menolong di antara sesama manusia dan anak bangsa.
Penerapan Pancasila sebagai sistem etika terletak pada hal-hal berikut:
1. Sila Ketuhanan mencerminkan bahwa Tuhan merupakan penjamin prinsip moral. Setiap
perilaku warga negara didasarkan pada prinsip moral yang bersumber pada norma agama.
Ketika prinsip moral berlandaskan pada norma agama, maka akan memberikan kekuatan
pada prinsip agar dilaksanakan oleh pengikutnya.
2. Sila Kemanusiaan memiliki prinsip acta humanus. Tindakan kemanusiaan diimplikasikan
melalui sikap adil dan beradab guna menjamin tata pergaulan antar manusia dan antar
makhluk yang berdasar pada nilai kemanusiaan tertinggi (kebajikan dan kearifan).
3. Sila Persatuan memiliki arti kesediaan hidup bersama di atas kepentingan individu dan
kelompok dalam kehidupan bernegara. Landasannya adalah nilai solidaritas dan semangat
kebersamaan yang melahirkan kekuatan dalam menghadapi ancaman pemecah belah
bangsa.
4. Sila Kerakyatan sebagai sistem etika terletak pada konsep musyawarah untuk mufakat.
5. Sila Keadilan sebagai perwujudan dari sistem etika tidak menekankan pada kewajiban saja
(deontologi) atau tujuan saja (teleologi). Akan tetapi lebih menonjolkan pada kebijaksanaan (virtue ethics).
Pancasila sebagai sistem etika sangat diperlukan untuk memberikan arahan atau pedoman agar setiap tindakan yang dilakukan oleh masyarakat berpedoman pada nilai, norma dan moral yang berlandaskan kepada Pancasila.
Dalam upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia saya mengharapkan masyarakat Indonesia terutama peranan pemuda dapat menjadi karakteristik yang baik bagi Indonesia. Untuk mencapai kondisi yang baik generasi muda Indonesia harus mempunyai jati diri yang sesuai dengan nilai-nilai luhur serta dapat menjaga sikap dan perilaku terhadap bangsa.
Masa depan kebangsaan Indonesia sangatlah ditentukan oleh generasi muda terdidik dan terlatih. pemudalah yang dapat merubah pandangan orang terhadap suatu bangsa dan menjadi tumpuan para generasi terdahulu untuk mengembangkan suatu bangsa dengan ide-ide dan gagasan-gagasan nya.Oleh kerena itu, masa depan bangsa berada di tangan generasi muda. Generasi muda itu adalah kita para pelajar dan mahasiswa. Sebagai agen perubahan, mahasiswa diharapkan mampu mewujudkan cita-cita bangsa dalam memajukan Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: